Polres Semarang terapkan panic button

Minggu, 08 Juli 2012 - 21:18 WIB
Polres Semarang terapkan...
Polres Semarang terapkan panic button
A A A
Sindonews.com - Polres Semarang dalam waktu dekat ini akan menggulirkan program panic button atau pendeteksi kejahatan. Program ini dibuat untuk mencegah aksi tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Semarang.

Kapolres Semarang AKBP IB Putra Narendra menjelaskan, program ini dirancang untuk mendeteksi tindak kejahatan yang terjadi di sebuah tempat. Tujuannya untuk mendeteksi aksi tindak kejahatan yang terjadi sehingga bisa dilakukan quickrespon dalam menangani kejahatan tersebut. Sehingga aksi kejahatan yang akan terjadi bisa dicegah atau tertangani dengan cepat dan tepat.

"Teknisnya mudah, masyarakat yang mengetahui adanya tindakan yang mengarah ke aksi kejahatan atau mengetahui aksi kejahatan bisa langsung memencet tombol HP (handphone) masing-masing yang sudah terprogram dengan program ini. Sehingga kejahatan yang akan terjadi bisa diantisipasi. Jika sudah terjadi bisa ditangani dengan cepat," katanya, Minggu (8/7/2012).

Menurut Kapolres, program tersebut baru pertama kali di Indonesia. Peralatan dan software programme ini dibuat oleh Polres Semarang. Sedangkan teknis operasionalnya bekerja sama dengan operator seluler sebagai penyedia layanan. "Target kami, program ini bisa dioperasionalkan di seluruh Polsek pada Juli ini. Untuk sementara ini dioperasionalkan di Polsek Bandungan," ujarnya.

Wakapolres Semarang Kompol Dodi Darjanto menambahkan, panic button dirancang khusus untuk masyarakat, utamanya untuk bank, SPBU, perkantoran, pegadaian dan sejumlah obyek vital lainnya. Nantinya bila ada sebuah kejahatan korban tinggal memencet sebuah tombol dari handphone yang sudah terkoneksi dengan perangkat di masing-masing polsek.

"Bila ada kasus kriminal bisa langsung pencet. Nanti akan muncul tanda bahaya disertai nama, alamat dan identitas lainnya. Sehingga aksi kejahatan yang akan atau sudah terjadi bisa ditangani dengan cepat oleh petugas di lapangan. Karena itu, kami minta dukungan dari masyarakat agar program ini bisa berjalan dengan baik," papar Dodi.

Sementara itu Kapolsek Bandungan Iptu Herman Sopian mengatakan pihaknya sudah mengundang sejumlah masyarakat, terutama sejumlah pemilik usaha untuk diberikan sosialisasi tentang panic button. Saat ini pihaknya sedang memperbaiki perangkat lunak dan membuat database masyarakat yang akan terkoneksi dalam jaringan panic button.

"Pada sosialisasi pertama, program ini kurang direspon oleh masyarakat. Namun setelah diberi menjelasan secara detail, mereka bisa memahami dan berminat mengaktifkan panic button di ponselnya," katanya.

Menurut dia, untuk aplikasi program ini ke ponsel, masyarakat bisa datang ke Polsek untuk mengaktifkannya. Masyarakat hanya diminta untuk mengisi formulir berisi nama dan alamat. "Selanjutnya software programme ini bisa langsung diaplikasikan ke dalam ponsel masyarakat," tandasnya.
(hyk)
Berita Terkait
Antisipasi Kejahatan...
Antisipasi Kejahatan Jalanan, Polisi Gelar Patroli Gangguan Kamtibmas
Antisipasi Potensi Kejahatan...
Antisipasi Potensi Kejahatan Mudik, KAI Tambah Petugas Keamanan
PPATK Antisipasi Uang...
PPATK Antisipasi Uang Kejahatan Masuk ke Pilkada 2020
Antisipasi Kejahatan...
Antisipasi Kejahatan Saat Banjir, Polisi Patroli dengan Perahu Karet
Polda Metro Siapkan...
Polda Metro Siapkan Satgas Khusus Antisipasi Kejahatan Selama Ramadhan
Antisipasi Kejahatan...
Antisipasi Kejahatan Siber, Ini Penjelasan Blibli Terkait Tudingan Penipu
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
2 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
2 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
3 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
5 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
6 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas yang...
10 Universitas yang Paling Favorit di Kota Semarang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved