Sidang etik dituding janggal, DKPP geram

Jum'at, 29 Juni 2012 - 15:16 WIB
Sidang etik dituding...
Sidang etik dituding janggal, DKPP geram
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie geram dengan tudingan sejumlah pihak yang menyebut sidang etik terhadap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahliah Umar sarat kejanggalan.

"Baru mulai kerja sudah diributkan, sepertinya penting sekali dengan konpers (Konferensi Pers Perludem) segala. Jangan dulu terlalu serius, ini baru mulai. Nanti sesudah tiga bulan, baru semua perangkat lengkap," kata Jimly kepada Sindonews melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Jumat (29/6/2012).

Dia mengatakan, pihak-pihak yang menuding sidang yang diselenggarakan DKPP itu banyak kejanggalan tidak mengerti tentang sidang kode etik. "Orang enggak ngerti, tidak usah dilayani, bodoh kan bukan dosa. Nanti juga mereka ngerti sendiri," ujarnya.

Dia pun menyarankan kepada pihak yang menudingnya untuk mempelajari aturan mekanisme sidang kode etik. "Suruh pelajari saja aturannya," pungkasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya Deputi Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Veri Junaidi mengatakan, sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dengan tersangka Ketua KPUD DKI Jakarta Dahliah Umar yang digelar, Rabu 27 Juni 2012 kemarin, penuh kejanggalan.

"Sidang ini tidak didahului oleh kajian Panwaslu DKI Jakarta. Sebaiknya, kajian Panwaslu atas laporan atau temuan dugaan pelanggaran kode etik menjadi dasar bagi DKPP untuk melakukan verifikasi," ujarnya di Tjikini Cafe, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis 28 Juni 2012 lalu.

Dia menekankan, pentingnya kajian Panwaslu agar penyelenggara pemilu terhindarkan dari tindakan semena-mena dan dipermalukan di hadapan publik. Bahkan sekalipun Panwaslu menemukan indikasi kuat adanya pelanggaran, DKPP tidak serta merta melakukan sidang terbuka, tanpa didahului oleh proses kalrifikasi yang sifatnya tertutup. (lil)
(hyk)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
22 menit yang lalu
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
1 jam yang lalu
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
2 jam yang lalu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
9 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
10 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
11 jam yang lalu
Infografis
Mengapa Nasi Dituding...
Mengapa Nasi Dituding sebagai Masalah Utama Diabetes?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved