Polisi waspadai potensi rusuh Pemilu-Pilkada

Senin, 11 Juni 2012 - 13:35 WIB
Polisi waspadai potensi...
Polisi waspadai potensi rusuh Pemilu-Pilkada
A A A
Sindonews.com - Polisi Republik Indonesia (Polri) saat ini sedang mencari solusi dan terobosan baru untuk melakukan pengamanan saat Pemilu 2012. Pemilihan Umum (Pemilu) nasional serta Pemilihan Umum Kepada Daerah (Pilkada) dinilai rawan dengan konflik.

"Saat ini kami sedang menginventarisasi apa yang sudah dilakukan serta mencari terobosan baru supaya Polri siap mengamankan Pemilu 2014 nanti," kata Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna usai membuka Seminar Peran Polri Dalam Mengawal Pesta Demokrasi" di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (11/6/2012).

Nanan mengatakan saat ini berdasarkan data ada sebanyak 192 kasus kekisruhan Pilkada yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kebanyakan gugatan Pilkada itu karena pasangan yang kalah tidak mengakui kekalahannya dan menerima keunggulan sang lawan. Belum lagi ada sekitar 45 kasus Pilkada yang terpaksa diulang karena adanya persoalan.

Hal itu menurutnya yang harus diwaspadai oleh Polri, mengingat ke depan ada sekitar 12 Pemilihan Gubernur dan 100 pemilihan bupati/wali kota yang harus diamankan. Karenanya Nanan meminta sinergitas antara Polri, masyarakat, peserta pemilu, termasuk partai untuk bisa menjaga kondusifitas di daerahnya masing-masing.

"Intinya apa yang dilakukan harus mengacu kepada NKRI. Harus mau mengakui kekalahan dan tidak memaksakan diri," ucapnya.

Nanan juga menyinggung soal adanya sekira 174 kepala daerah bupati/wali kota yang tersandung kasus korupsi, baik yang ditangani KPK, Kejaksaan, ataupun Polri. Bagi kepala daerah yang bersalah harus mau mengakui kesalahan. Bukan malah mengerahkan massa pada saat ia dipanggil, karena hal itu bisa memicu ketidaknyamanan di masyarakat.

"Hukum itu menyadarkan, bukan balas dendam. Akui kesalahan dan jalani proses hukum, jika ada peluang memimpin lagi silakan saja. Asalkan jangan melanggar hukum dan merugikan rakyat," pungkasnya.(azh)
()
Berita Terkini
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
1 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
2 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
3 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
3 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
5 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
13 jam yang lalu
Infografis
Libur Lebaran 28 Maret-1...
Libur Lebaran 28 Maret-1 April 2025, Waspadai Banjir Rob Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved