Sosialisasi Pilgub DKI masih lemah

Senin, 11 Juni 2012 - 12:46 WIB
Sosialisasi Pilgub DKI...
Sosialisasi Pilgub DKI masih lemah
A A A
Sindonews.com - Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta akan digelar pada 11 Juli mendatang. Namun ternyata masih banyak pemilih yang tidak mengetahui informasi seputar Pilgub ini.Hal tersebut berdasarkan laporan hasil survei yang dilakukan Pusat Kajian Politik, Fisip Universitas Indonesia (Puskapol UI).
Dari hasil survei yang dilakukan sejak 24 Mei hingga 4 Juni 2012 lalu secara tatap muka itu, sebanyak 57,9 persen warga tidak mengetahui secara tepat jadwal pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Sedangkan, sumber informasi dalam sosialisasi pelaksanaan pemilukada terbesar berasal dari televisi (52,8 persen), namun tidak cukup banyak sosialisasi KPU DKI Jakarta tentang proses dan tahapan Pemilukada dalam bentuk iklan masyarakat.

Di samping itu, hanya seperempat atau 25 persen responden yang mendapat informasi dari baliho atau spanduk KPU DKI.

"Masih sedikit yang mengkonsumsi informasi terkait pemilukada melalui media lain baik brosur (18,3 persen), koran (17 persen), internet (3,1 persen), dan majalah (1,5 persen)," ujar Irwansyah, salah seorang peneliti dari Puskapol Fisip UI dalam acara hasil survei aspirasi warga tentang Pemilukada DKI Jakarta 2012 dan masalah Kota Jakarta yang bertemakan 'Satu bulan jelang hari pencoblosan: Jangan sampai Pemilukada DKI Jakarta 'Antiklimaks' di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2012).
Tak hanya itu, prosentase sebesar 64 persen warga yang belum tahu pengumuman pasangan peserta pemilukada. Sementara itu, 65 persen tidak dapat mengetahui jumlah pasangan calon.Puspkapol menilai pengaruh sosialisasi Pilgub DKI yang dilakukan KPU di kalangan pemilih masih lemah."Masalah lemahnya pengaruh sosialisasi Pemilukada di kalangan pemilih. Mencerminkan masih lemah pula kinerja KPU DKI mengoptimalkan sosialisasi kepada pemilih. Warga pemilih di DKI Jakarta tampaknya pasif mengakses informasi terkait tahapan, peserta dan jadwal Pemilukada," tambahnya.

Sekedar diketahui, survei ini dilakukan di lima wilayah ibu kota (kecuali Kepulauan Seribu) dengan responden sebanyak 594 orang. Sample ditarik dengan teknik Multistage Stratified Random Sampling.Dengan memperhitungkan populasi pemilih DKI Jakarta adalah 6.983.692 orang, maka margin kesalahan survei ini berada pada kisaran 4 persen.
()
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved