Didik nilai Foke tak becus data penduduk

Sabtu, 09 Juni 2012 - 14:20 WIB
Didik nilai Foke tak...
Didik nilai Foke tak becus data penduduk
A A A
Sindonews.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta 2012 Didik Junaedi Rachbini menilai Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) tidak becus melakukan pendataan penduduk Jakarta. Untuk itu, dia mengaku prihatin dengan kisruh data Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

Menurutnya, kisruh DPT terjadi karena Pemerintah Provinsi (Provinsi) DKI Jakarta tidak memperhatikan permasalahan data kependudukan dengan teliti. Padahal, data penduduk sangat penting dan bisa digunakan dalam Pilgub DKI Jakarta. Data itu, juga bisa diambil dari sensus atau data statistik penduduk.

"Data itu perlu untuk Jamkesmas, Pilkada, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Data penduduk saja tidak beres, bagaimana dengan lainnya. KPU tidak professional, tidak memperbaiki data yang ada, sehingga kualitas demokrasi sekarang cacat," ujarnya kepada wartawan di rumahnya, Pesona Depok, Jumat (08/06/12).

Kendati begitu, Didik meminta kepada masyarakat dan pasangan calon untuk tidak melakukan aksi boikot pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta yang akan segera dilangsungkan. "Tidak boleh membuat masalah, yang ada menjadi rumit. Lebih baik permasalahan ini dikritik secara pedas," tegasnya.

Lebih lanjut, dia melihat ketidaksiapan penyelanggara pemilu, yang tidak mengantisipasi kisruh DPT sejak jauh-jauh hari, sebelum tahapan Pilgub DKI dimulai. Apabila KPU serius, seharusnya persoalan DPT ini tak perlu terjadi.

"DPT fiktif dapat merangsang terjadinya kecurangan dalam Pemilukada. DPT fiktif ini bisa dijadikan peluang untuk dimainkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan," terangnya.

Untuk itu, dia berharap KPU bertanggung jawab, bilamana nanti ditemukan ada data yang dimainkan untuk menambah suara salah satu pasangan. "Jika terbukti berarti ini kecurangan, kami akan laporkan," ancamnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan DPT berjumlah 6.982.179 pada 2 Juni lalu, akan tetapi tim sukses dari para kandidat banyak menemukan NIK yang bermasalah. Tim sukses (timses) Hidayat-Didik sendiri menyerahkan 130 ribu data, sementara tim sukses Jokowi-Ahok secara bertahap menyerahkan sekitar 12 ribu data. (san)
()
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
6 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
8 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved