Sering meminta cerai, istri dibakar suami

Kamis, 31 Mei 2012 - 08:11 WIB
Sering meminta cerai,...
Sering meminta cerai, istri dibakar suami
A A A
Sindonews.com – Hanya karena kesal sang istri selalu meminta cerai, Andi Pilar, 46, tega membunuh istrinya, Sri Hartati, dengan dianiaya dan dibakar.

Aksi sadis lelaki yang berprofesi sebagai guru ini terjadi di rumah pasangan suami-istri tersebut di Jalan Pinangranti RT 07/02, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (26/5) lalu. Meski terjadi akhir pekan lalu, Andi Pilar baru diserahkan pihak keluarga pada Selasa (29/5) dini hari lalu.Kasi Humas Polsek Makasar Ipda Arief Rahman mengatakan, Sabtu lalu penyidik mendapatkan laporan peristiwa kebakaran di rumah pelaku sekaligus korban.

Dalam kebakaran tersebut, korban tewas akibat luka bakar di sekujur tubuhnya. Saat dilakukan autopsi, tim dokter menyatakan sebelum terbakar korban sudah mengalami penganiayaan berat, di mana tulang iganya patah dan luka robek di kepalanya.Karena kecurigaan inilah, penyidik pun memanggil Andi Pilar yang diantar keluarganya ke Polsek Makasar. Setelah diperiksa selama lima jam, pelaku akhirnya mengakui telah membunuh istrinya, yang tercatat sebagai PNS di Mahkamah Agung.

”Motif pembunuhan ini karena pelaku kesal korban selalu meminta cerai,” katanya. Sementara itu, Andi Pilar mengaku menyesal telah melakukan tindakan keji tersebut. Menurutnya, sikap istrinya yang selalu meminta cerai membuat dirinya lepas kendali.Malam itu Andi memukul bagian kepala dan tubuh korban hingga meregang nyawa.Panik melihat istri tercintanya tewas,Andi pun membakar rumahnya untuk menghilangkan jejak pembunuhan yang dilakukannya.

Andi Pilar menuturkan, dirinya sudah tidak bisa menahan kesabaran dan mengendalikan emosinya ketika sang istri terus merengek untuk diceraikan. Andi Pilar enggan menceraikan sang istri dengan alasan tidak ingin membuat anaknya yang telah sekolah di sebuah SMP, menjadi korban perceraian mereka. “Anak saya butuh kasih sayang dari kami berdua. Makanya saya tidak ingin bercerai dengannya,” ujar lelaki yang bekerja sebagai guru ini.

Sementara itu,psikolog dari Universitas Tarumanegara Lia Latif mengatakan bahwa faktor pengendalian emosi memang berbeda pada setiap manusia. Kedekatan di antara anggota keluarga dapat menimbulkan konflik jika kurang komunikasi. Terkadang kesibukan menimbulkan kurangnya komunikasi di antara mereka.

Jika ada masalah yang awalnya kecil, apabila dibiarkan dapat semakin membesar dan menimbulkan sikap stres yang berat. ”Jika stres sudah menumpuk dan tidak mampu tersalurkan maka yang terjadi adalah perilaku yang tidak diduga dan cenderung meledak-ledak,”jelasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
2 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
2 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
4 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
5 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved