Guru honorer swasta di Aceh unjuk rasa

Senin, 14 Mei 2012 - 12:28 WIB
Guru honorer swasta...
Guru honorer swasta di Aceh unjuk rasa
A A A
Sindonews.com - Dianggap diskriminatif terhadap guru honorer swasta, ratusan perempuan yang berprofesi sebagai guru honor di instansi swasta berunjukrasa di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Massa menuntut agar DPRA mendesak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kepmenpan-RB) mencabut Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2010.

Guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Swasta Aceh (IGSA) itu menilai peraturan pemerintah tersebut diskriminatif. Pasalnya, dalam peraturan hanya guru honor di instansi pemerintah yang dilakukan pengangkatan menjadi PNS.

"Gaji saya hanya Rp50 ribu perbulan, jangankan memenuhi kebutuhan keluarga memenuhi kebutuhan hidup saja susah," ujar salah seorang pengunjukrasa.

Elvinar, salah seorang orator menyatakan mereka menuntut agar DPRA mendesak pemerintah pusat agar mengeluarkan peraturan baru. Selain itu, mencabut PP Menpan No 5 tahun 2010.

"Kami meminta DPRA agar mengalokasikan tunjangan untuk guru honor swasta yang selama ini belum pernah ada," ujarnya.

Para guru juga meminta DPRA agar membuat peraturan tentang jaminan kesehatan pada guru honor swasta, serta melalui DPRA agar segera mendekaak pemeritah pusat memperjelas status Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Cut Amelia, Sekretaris IGSA menyatakan, PP telah menyebabkan kesenjangan antar sesama guru walau telah menempuh pendidikan yang sama. Sejak PP dikeluarkan para guru honor yang bekerja diinstansi swasta, membentuk organisasi menentang PP.

"Dulu guru honor sama semua tidak ada swasta tidak ada negeri, sekarang guru honor negeri menjadi anak emas," tegasnya.

Ia menambahkan di Banda Aceh, jumlah guru honor swasta mencapai ribuan dari PAUD sampai SMU. Guru honor swasta tidak mendapat Jamsostek, tunjangan fungsional, bahkan seragam. "Kami butuh SK Dinas," kata Amelia.

Sidik Fahmi, anggota DPRA yang menemui massa berjanji akan memenuhi tuntutan. Ia akan menyampaikan lembar tuntuntan ke pimpinan.

"Nanti sepuluh orang utusan menemui saya, saya sangat maklum nasib ibu-ibu semua karena saya juga guru," ujar Sidik mendinginkan emosi massa.(azh)
()
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
3 jam yang lalu
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
3 jam yang lalu
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
4 jam yang lalu
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
4 jam yang lalu
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
5 jam yang lalu
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
11 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved