RS Polri sudah terima 25 kantong jenazah korban Sukhoi
Senin, 14 Mei 2012 - 09:16 WIB
RS Polri sudah terima 25 kantong jenazah korban Sukhoi
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki hari ke lima, proses evakuasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, pagi ini Senin (14 /5/ 2012) sekira pukul 08.45 WIB, Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali menerima 3 kantong Jenazah korban Sukhoi.
Namun demikian, hingga saat ini, belum ada keterangan dari pihak RS Polri, apakah kantong mayat yang diterima tersebut adalah jenazah korban ataupun properti korban seperti pakaian, perhiasan dan sebagainya.
Ketiga Kantung Jenazah tersebut tampak dibawa dengan tiga unit mobil ambulan. Dengan kedatangan ketiganya berarti RS Polri telah menerima 25 kantong Jenazah.
Berdasarkan pantauan Sindonews, ketika helikopter sampai di Bandara Halim Perdanakusuma tiga kantong Jenazah langsung diturunkan petugas dari PMI dan TNI langsung menghampiri helikopter untuk mengambil Jenazah kemudian dimasukkan ke mobil jenazah RSUD Cengkareng, mobil PMI, dan mobil pertamanan dan pemakaman dan langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk di Identifikasi. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban yang belum dievakuasi. (wbs)
Namun demikian, hingga saat ini, belum ada keterangan dari pihak RS Polri, apakah kantong mayat yang diterima tersebut adalah jenazah korban ataupun properti korban seperti pakaian, perhiasan dan sebagainya.
Ketiga Kantung Jenazah tersebut tampak dibawa dengan tiga unit mobil ambulan. Dengan kedatangan ketiganya berarti RS Polri telah menerima 25 kantong Jenazah.
Berdasarkan pantauan Sindonews, ketika helikopter sampai di Bandara Halim Perdanakusuma tiga kantong Jenazah langsung diturunkan petugas dari PMI dan TNI langsung menghampiri helikopter untuk mengambil Jenazah kemudian dimasukkan ke mobil jenazah RSUD Cengkareng, mobil PMI, dan mobil pertamanan dan pemakaman dan langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk di Identifikasi. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban yang belum dievakuasi. (wbs)
()