Sukhoi Superjet100 didatangkan ke Indonesia 2011

Rabu, 09 Mei 2012 - 18:45 WIB
Sukhoi Superjet100 didatangkan...
Sukhoi Superjet100 didatangkan ke Indonesia 2011
A A A
Sindonews.com - Pesawat Sukhoi berjenis Superjet100 hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di dunia penerbangan komersial, pesawat ini sudah banyak terjual. Bahkan PT Sky Aviation yang beroperasi di Indonesia tahun 2011 lalu membeli sebanyak 12 unit.

Sukhoi Superjet100 merupakan sebuah pesawat yang dibuat dan dikembangkan oleh Sukhoi. Pesawat ini merupakan salah satu pesawat terbaru di Rusia dan merupakan pesawat penumpang Rusia pertama yang dikembangkan pasca bubarnya Uni Soviet.

Pesawat ini mulai diproduksi pada tahun 2007. Hingga saat ini jumlah produksinya mencapai 6000 unit. Perancangannya dimulai sejak tahun 2000 oleh Sukhoi dengan dukungan perusahaan kedirgantaraan Barat seperti Boeing sebagai konsultan proyek, Alenia Aeronautica sebagai partner strategis. Snecma sebagai risk-sharing partner, dan berbagai perusahaan lainnya seperti Thales sebagai penyedia paket avionik.

Berdasarkan informasi yang sindonews rangkum dari situs resmi pesawat Sukhoi, di Indonesia sendiri, pesawat ini telah dipesan Kartika Airlines sebanyak 15 unit, dan Sky Aviation sebanyak 15 unit. Bahkan perusahaan Sky Aviation, realisasi pembelian ini terjadi pada 16 Agustus 2011 lalu.

Kontrak tersebut ditandatangani Vladimir Prisyazhnyuk selaku Presiden SCAC serta Yusuf Ardhi selaku Komisaris dan Krisman Tarigan selaku Direktur Utama PT Sky Aviation, di MAKS Air Show 2011 di kota Zhukovsky tidak jauh dari kota Moskow, Rusia.

Pesawat ini telah disertifikasi laik terbang oleh Komite Penerbangan Antarnegara pada 3 Februari 2011 dan diharapkan sertifikasi Uni Eropa segera menyusul.

Seperti diketahui, Sebuah pesawat yang bisa mengangkut kurang lebih 40 orang penumpang ini dikabarkan hilang di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tim SAR bergegas meluncur ke kawasan Gunung Salak.

Pesawat tersebut berjenis Sukhoi Superjet100 untuk penerbangan komersil yang sedang melakukan uji coba. Belum diketahui penyebab pasti hilangnya pesawat tersebut, namun informasi yang dihimpun, pesawat tersebut telah hilang dari radar.

Menurut Humas Lapangan Terbang Atang Sandjaya Mayor Lubis mengatakan, informasi yang dihimpung pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pondok Cabe, namun hilang dari radar sejak sekitar pukul 02.00 WIB. "(Pesawat mengalami) lost contact. Ada di antara Gunung Salak," ujarnya, Rabu (9/5/2012). (wbs)
()
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
1 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
2 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
4 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
4 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
5 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved