Korban lumpur Lapindo desak sertifikat rumah dituntaskan

Rabu, 02 Mei 2012 - 13:49 WIB
Korban lumpur Lapindo...
Korban lumpur Lapindo desak sertifikat rumah dituntaskan
A A A
Sindonews.com - Rencana kedatangan Nirwan Bakrie ke Sidoarjo hari ini mengundang reaksi dari korban lumpur. Salah satunya, korban lumpur yang menghuni di Perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV), Desa Janti, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Korban lumpur yang memilih penyelesaian dengan skema resettlemen (diganti rumah) itu mendesak agar Nirwan Bakrie segera menuntaskan sertifikat rumah korban lumpur. Sebab, selama ini dari 1.400 rumah yang diganti, baru sekira 150 rumah saja yang bersertifikat.

Bahkan, dalam menyambut kedatangan adik Aburizal Bakrie tersebut korban lumpur juga membuat tenda keprihatinan. "Kita menuntut Nirwan segera menyelesaikan sertifikat rumah," ujar M Yahya, salah satu perwakilan korban lumpur yang tinggal di KNV menjelaskan, Rabu (2/5/2012).

Mereka berharap kedatangan Nirwan Bakrie ke Sidoarjo siang ini ada kejelasan terkait penyelesaian semua korban lumpur. Sebab, korban lumpur yang mendapat ganti rugi resettlemen sampai saat ini belum menerima sertifikat rumah.

Aksi warga ini tidak ditemui perwakilan PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS) selaku perusahaan Bakrie Grup yang bertugas membuat rumah bagi korban lumpur. Padahal, selama ini melalui MMS mereka dijanjikan segera menerima sertifikat.

Warga mengaku akan bertahan di tenda keprihatinan yang mereka dirikan, sampai ada kejelasan kapan sertifikat mereka diberikan.

"Kita sudah berulangkali bertemu dengan MMS, bahkan difasilitasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan," tandas warga Perum KNV lainnya.

Sekedar diketahui, Nirwan Bakrie rencananya bakal bertemu dengan perwakilan korban lumpur dengan difasilitasi Pansus Lumpur di DPRD Sidoarjo. Kedatangan Nirwan terkait pelunasan jual beli aset korban lumpur, karena sebelumnya Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya (Minarak) hanya sanggup menyediakan dana Rp400 miliar, padahal penyelesaian lumpur butuh dana Rp1,1 triliun.(azh)
()
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved