Sebelum ditembak, Susiyani sempat disandera rampok

Senin, 30 April 2012 - 13:13 WIB
Sebelum ditembak, Susiyani...
Sebelum ditembak, Susiyani sempat disandera rampok
A A A
Sindonews.com - Kekasih Ni Luh Endang Susiyani, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tewas di Amerika Serikat (AS) menceritakan bagaimana Susiyani tewas setelah ditembak perampok di Amerika Serikat (AS).

Putu Artana ayah Susiyani mengatakan, kekasih Susiyani, Nyoman Arwani menceritakan kronologi penembakan yang dilakukan oleh para perampok di (AS) saat kejadian pada Jumat 28 April 2012 sekira pukul 22.00 waktu Amerika Serikat.

Sebagaimana diungkapkan ayah korban, Putu Artana, malam itu kedua TKI asal Kabupaten Buleleng yang sudah menjalin asmara itu makan malam di sebuah restoran di dekat California.

"Usai makan malam, anak saya dan kekasihnya hendak pulang masuk ke dalam mobil," ujar Artana dihubungi, Senin (30/4/2012).

Tiba-tiba saat berada dalam mobil datang dua perampok yang langsung meminta korban menyerahkan tas dan barang berharga lainnya. Di bawah ancaman pistol, keduanya tak mampu berbuat banyak.

Pacar korban dipaksa keluar mobil dan pelaku berusaha merebut tas milik jebolan Fakultas Ekonomi Unud ini.

"Anak saya sempat melemparkan tas berisi barang berharga ke arah kekasihnya namun terjatuh di bawah mobil," urai Artana yang tinggal di Dusun Tegal Sari Desa Dudunan, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Dalam situasi panik itulah, para pelaku yang sudah kalap langsung menyandera korban dan melarikan mobilnya. Sementara pacar korban ditinggalkan sendiri di lokasi.

Kejadian itu segera dilaporkan Arwani ke kepolisian setempat dan lima jam kemudian dua pelaku akhirnya ditangkap.

Keesokan harinya, gadis kelahiran 17 Maret 1981 yang bekerja di restoran China itu, akhirnya ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan dengan luka tembak.

Saat ini, pihak keluarga belum mengetahui kejelasan informasi dimana jasad korban dititipkan. Namun pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di AS dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah menghubungi keluarga Artana di Bali perihal kejadian tersebut.

"Kami diminta sabar menunggu karena saat ini masih diupayakan proses pemulangan jenazah anak saya ke tanah air secepatnya," imbuh dia.(azh)
()
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
58 menit yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
5 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
6 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
6 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
6 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
6 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur Rafale, MiG-29,...
Jet Tempur Rafale, MiG-29, SU-30 India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved