Lagi, peserta UN terima SMS kunci jawaban
Senin, 23 April 2012 - 10:24 WIB
Lagi, peserta UN terima SMS kunci jawaban
A
A
A
Sindonews.com - Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya menerima bocoran jawaban Ujian Nasonal (UN) yang dikirim melalui pesan pendek atau Short Message Service (SMS) oleh nomor tak dikenal.
Kunci jawaban tersebut dikirim hampir ke semua siswa SMP. Salah seorang siswa SMP Negeri 35 Surabaya, Maria Ulfa mengatakan, dirinya sudah menerima SMS kunci jawaban UN tersebut sejak Rabu 18 April 2012. Akan tetapi dirinya tidak percaya dengan isi SMS tersebut.
"Saya tidak percaya dengan SMS tersebut. Mendapat SMS tersebut, langsung saya hapus," ujar Maria menjelaskan kepada wartawan, Senin (23/4/2012).
Menurut Maria, isi SMS tersebut merupakan kunci jawaban dari semua mata pelajaran yang diujikan di UN. Maria mengaku, dirinya sudah mempersiapkan UN sejak jauh-jauh hari. Hal itulah yang membuat dirinya tak percaya dengan isi SMS tersebut.
"Itu cuma kerjaan orang iseng yang pengen nilai ujian kita jelek-jelek. Kita kan sudah diberikan pembelajaran tambahan dari sekolah," katanya.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Eko Prasetyaningsih mengatakan, dirinya mengimbau kepada para murid untuk mengabaikan SMS tersebut. Menurutnya, bimbingan orangtua sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Kuncinya yakni percaya diri. Jangan percaya SMS dari orang tak bertanggung jawab yang ingin mengganggu konsentrasi siswa dalam UN," tandasnya.(azh)
Kunci jawaban tersebut dikirim hampir ke semua siswa SMP. Salah seorang siswa SMP Negeri 35 Surabaya, Maria Ulfa mengatakan, dirinya sudah menerima SMS kunci jawaban UN tersebut sejak Rabu 18 April 2012. Akan tetapi dirinya tidak percaya dengan isi SMS tersebut.
"Saya tidak percaya dengan SMS tersebut. Mendapat SMS tersebut, langsung saya hapus," ujar Maria menjelaskan kepada wartawan, Senin (23/4/2012).
Menurut Maria, isi SMS tersebut merupakan kunci jawaban dari semua mata pelajaran yang diujikan di UN. Maria mengaku, dirinya sudah mempersiapkan UN sejak jauh-jauh hari. Hal itulah yang membuat dirinya tak percaya dengan isi SMS tersebut.
"Itu cuma kerjaan orang iseng yang pengen nilai ujian kita jelek-jelek. Kita kan sudah diberikan pembelajaran tambahan dari sekolah," katanya.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Eko Prasetyaningsih mengatakan, dirinya mengimbau kepada para murid untuk mengabaikan SMS tersebut. Menurutnya, bimbingan orangtua sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Kuncinya yakni percaya diri. Jangan percaya SMS dari orang tak bertanggung jawab yang ingin mengganggu konsentrasi siswa dalam UN," tandasnya.(azh)
()