Pilgub DKI dua putaran, Foke bakal hadapi Jokowi
Minggu, 15 April 2012 - 14:55 WIB
Pilgub DKI dua putaran, Foke bakal hadapi Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) memperkirakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta periode 2012-2017 ini akan berlangsung secara dua putaran.
"Melihat tren elektabilitas ini, potensi satu putaran dan dua putaran ada. Jika terjadi dua putaran akan jadi persaingan sengit," ujar Direktur Puskaptis Husin Yazid dalam jumpa pers hasil survei persepsi dan perilaku publik terhadap pelaksanaan Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2012 di Restoran Sate Senayan, Jalan Raya Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2012).
Pihaknya memperkirakan, jika terjadi dua putaran, calon incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Narchrowi Ramli (Nara) akan berhadapan dengan pasangan Jokowi-Ahok atau Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini.
Husin menilai, Jokowi memiliki kekuatan pada figur kerakyatan. Sedangkan Foke sendiri kuat pada figur partai pengusungnya, yakni Partai Demokrat.
"Jika saja calon-calon lain melakukan strategi kuat dan mengambil simpati masyarakat dan mengalahkan incumbent (Foke-Nara), maka bisa terjadi putaran kedua," tuturnya.
Namun dengan sisa waktu selama dua bulan menjelang pelaksanaan Pemilukada, masing-masing calon lainnya masih memiliki kesempatan meraih simpati masyarakat untuk mengungguli calon incumbent.
"Kalau satu putaran potensi incumbent masih tinggi. Maka dari itu, dengan sisa waktu dua bulan ini, kalau Jokowi dan HNW kerja keras maka bisa menuju dua putaran melawan incumbent,"ungkapnya.
Sekedar diketahui, Puskaptis merilis survei hari ini. Dari hasil survei yang dilakukan sejak tanggal 2 April hingga 7 April 2012 kemarin, pasangan bakal calon incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) berada di posisi teratas dengan perolehan 47,22 persen.
Di posisi kedua adalah pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) dengan memperoleh 15,16 persen. Disusul posisi ketiga yaitu pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik Rachbini dengan 10,28 persen.
Sedangkan diposisi ke empat adalah pasangan independen Faisal Basri-Biem Benjamin dengan 3,17 persen. Sementara di posisi ke lima diperoleh pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dengan 2,3 persen.
Posisi terakhir (ke enam) adalah pasangan independen Hendardji Supandji-A.Riza Patria dengan 1,55 persen. Di samping itu, terdapat 20,32 persen yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
"Melihat tren elektabilitas ini, potensi satu putaran dan dua putaran ada. Jika terjadi dua putaran akan jadi persaingan sengit," ujar Direktur Puskaptis Husin Yazid dalam jumpa pers hasil survei persepsi dan perilaku publik terhadap pelaksanaan Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2012 di Restoran Sate Senayan, Jalan Raya Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2012).
Pihaknya memperkirakan, jika terjadi dua putaran, calon incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Narchrowi Ramli (Nara) akan berhadapan dengan pasangan Jokowi-Ahok atau Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini.
Husin menilai, Jokowi memiliki kekuatan pada figur kerakyatan. Sedangkan Foke sendiri kuat pada figur partai pengusungnya, yakni Partai Demokrat.
"Jika saja calon-calon lain melakukan strategi kuat dan mengambil simpati masyarakat dan mengalahkan incumbent (Foke-Nara), maka bisa terjadi putaran kedua," tuturnya.
Namun dengan sisa waktu selama dua bulan menjelang pelaksanaan Pemilukada, masing-masing calon lainnya masih memiliki kesempatan meraih simpati masyarakat untuk mengungguli calon incumbent.
"Kalau satu putaran potensi incumbent masih tinggi. Maka dari itu, dengan sisa waktu dua bulan ini, kalau Jokowi dan HNW kerja keras maka bisa menuju dua putaran melawan incumbent,"ungkapnya.
Sekedar diketahui, Puskaptis merilis survei hari ini. Dari hasil survei yang dilakukan sejak tanggal 2 April hingga 7 April 2012 kemarin, pasangan bakal calon incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) berada di posisi teratas dengan perolehan 47,22 persen.
Di posisi kedua adalah pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) dengan memperoleh 15,16 persen. Disusul posisi ketiga yaitu pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik Rachbini dengan 10,28 persen.
Sedangkan diposisi ke empat adalah pasangan independen Faisal Basri-Biem Benjamin dengan 3,17 persen. Sementara di posisi ke lima diperoleh pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dengan 2,3 persen.
Posisi terakhir (ke enam) adalah pasangan independen Hendardji Supandji-A.Riza Patria dengan 1,55 persen. Di samping itu, terdapat 20,32 persen yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
()