Hadapi UN, siswa diimbau jangan takut
Sabtu, 14 April 2012 - 17:30 WIB
Hadapi UN, siswa diimbau jangan takut
A
A
A
Sindonews.com - Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMA/MA/SMK sudah didepan mata. Peserta ujian di Jawa Timur harus fokus dan mengurangi menikmati hiburan supaya bisa meraih hasil maksimal. Sesuai jadwal pelaksanaan UN akan dilakukan 16 April 2012.
Dengan begitu, persiapan siswa dalam menghadapi ujian tinggal sehari. Untuk itu, siswa harus mengurangi menikmati hiburan, mulai melihat TV sampai bermain dengan teman-teman sebaya. Siswa harus sering belajar materi ujian dan terakhir adalah berdoa untuk kelulusan masing-masing.
"Ujian Nasional itu jangan ditakuti, tetapi sebaiknya siswa mengurangi melihat hiburan dan mengedepankan belajar. Jangan sering bermain internet kalau tidak mendesak," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Harun, kemarin.
Dengan persiapan matang, Harun yakin hasil ujian akan memuaskan. Apalagi, dalam ujian kali ini bukan hanya ditentukan UN melainkan nilai sekolah. Artinya nilai ujian sekolah yang sudah dilakukan ikut mendorong siswa lulus sekolah.
Untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dalam UN, Mantan Kepala Disbupar Jatim ini meminta supaya siswa mempersiapkan segalanya dari rumah. Mereka harus datang ke sekolah setengah jam sebelum pelaksanaan UN. Masuk lebih pagi ini bertujuan supaya menghindari kemacetan bagi siswa yang naik kendaraan umum dan sepeda motor.
"Ini juga mengantisipasi terjadi sesuai di jalan seperti ban bocor. Kalau waktu lebih panjang kan bisa tenang dalam mengerjakan ujian," ujar dia.
Sesampainya di sekolah, siswa peserta ujian tidak diperkenankan saling berbicara dengan temanitemannya. Mereka juga tidak diperbolehkan membawa hanphone dan laptop. Mereka harus mengerjakan soal sesuai dengan kemampuan masing-masing. "Yang penting yakin dan konsentrasi, maka hasil ujian bisa maksimal," beber Harun.
Kepala Dindik Surabaya Ikhsan menambahkan, persiapan mental dalam mengerjakan ujian sangat dibutuhkan siswa. Mereka tidak boleh terpancing dengan isu jawaban soal, karena isu tersebut akan merusak konsentrasi mengerjakan soal yang tersedia. "Isu jawaban soal itu tidak benar. Saya harap siswa tidak terpancing," katanya.
Yang tidak kalah pentingnya, Mantan Kepala Bappemas Surabaya ini meminta siswa mempersiapkan diri mulai sarapan pagi sampai kemungkinan-kemungkinan kecil yang mengganggu siswa. Pasalnya, jika siswa tidak sarapan, dia khawatir mereka akan pinsan saat mengerjakan soal.
Hal ini menurut Ikhsan sudah sering terjadi di sekolah-sekolah saat ujian. Saking semangatnya, siswa lupa sarapan kemudian sesampainya di sekolah terasa lapar tetapi tetap dipaksakan mengerjakan soal sambil menahan kelaparan, akhirnya ada yang pinsan. "Orang tua harus mengingatkan anaknya untuk sarapan dulu. Ini sangat penting untuk keberlangsungan ujian," beber Ikhsan.
Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dindik Surabaya Ruddy Winarko menerangkan, untuk tingkat persiapan pelaksanaan UN diluar sekolah sudah dilakukan secara matang. Dindik telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Bappemas, Bakesbang Linmas, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.
Mereka akan membantu kelancaran pelaksanaan UN. "Semua instansi sudah siap membantu. Mereka siap mengatur arus lalu lintas sesuai dengan tugas masing-masing," jelas dia. (san)
Dengan begitu, persiapan siswa dalam menghadapi ujian tinggal sehari. Untuk itu, siswa harus mengurangi menikmati hiburan, mulai melihat TV sampai bermain dengan teman-teman sebaya. Siswa harus sering belajar materi ujian dan terakhir adalah berdoa untuk kelulusan masing-masing.
"Ujian Nasional itu jangan ditakuti, tetapi sebaiknya siswa mengurangi melihat hiburan dan mengedepankan belajar. Jangan sering bermain internet kalau tidak mendesak," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Harun, kemarin.
Dengan persiapan matang, Harun yakin hasil ujian akan memuaskan. Apalagi, dalam ujian kali ini bukan hanya ditentukan UN melainkan nilai sekolah. Artinya nilai ujian sekolah yang sudah dilakukan ikut mendorong siswa lulus sekolah.
Untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dalam UN, Mantan Kepala Disbupar Jatim ini meminta supaya siswa mempersiapkan segalanya dari rumah. Mereka harus datang ke sekolah setengah jam sebelum pelaksanaan UN. Masuk lebih pagi ini bertujuan supaya menghindari kemacetan bagi siswa yang naik kendaraan umum dan sepeda motor.
"Ini juga mengantisipasi terjadi sesuai di jalan seperti ban bocor. Kalau waktu lebih panjang kan bisa tenang dalam mengerjakan ujian," ujar dia.
Sesampainya di sekolah, siswa peserta ujian tidak diperkenankan saling berbicara dengan temanitemannya. Mereka juga tidak diperbolehkan membawa hanphone dan laptop. Mereka harus mengerjakan soal sesuai dengan kemampuan masing-masing. "Yang penting yakin dan konsentrasi, maka hasil ujian bisa maksimal," beber Harun.
Kepala Dindik Surabaya Ikhsan menambahkan, persiapan mental dalam mengerjakan ujian sangat dibutuhkan siswa. Mereka tidak boleh terpancing dengan isu jawaban soal, karena isu tersebut akan merusak konsentrasi mengerjakan soal yang tersedia. "Isu jawaban soal itu tidak benar. Saya harap siswa tidak terpancing," katanya.
Yang tidak kalah pentingnya, Mantan Kepala Bappemas Surabaya ini meminta siswa mempersiapkan diri mulai sarapan pagi sampai kemungkinan-kemungkinan kecil yang mengganggu siswa. Pasalnya, jika siswa tidak sarapan, dia khawatir mereka akan pinsan saat mengerjakan soal.
Hal ini menurut Ikhsan sudah sering terjadi di sekolah-sekolah saat ujian. Saking semangatnya, siswa lupa sarapan kemudian sesampainya di sekolah terasa lapar tetapi tetap dipaksakan mengerjakan soal sambil menahan kelaparan, akhirnya ada yang pinsan. "Orang tua harus mengingatkan anaknya untuk sarapan dulu. Ini sangat penting untuk keberlangsungan ujian," beber Ikhsan.
Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dindik Surabaya Ruddy Winarko menerangkan, untuk tingkat persiapan pelaksanaan UN diluar sekolah sudah dilakukan secara matang. Dindik telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Bappemas, Bakesbang Linmas, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.
Mereka akan membantu kelancaran pelaksanaan UN. "Semua instansi sudah siap membantu. Mereka siap mengatur arus lalu lintas sesuai dengan tugas masing-masing," jelas dia. (san)
()