Massa ancam blokade Ampera

Kamis, 29 Maret 2012 - 09:07 WIB
Massa ancam blokade...
Massa ancam blokade Ampera
A A A
Sindonews.com – Aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) mendatangi Kampus Universitas PGRI Palembang kemarin.

Mereka memaksa mahasiswa keluar kelas sehingga aktivitas belajar-mengajar di Universitas PGRI sedikit terganggu. Massa meriakkan ajakan agar mahasiswa PGRI tidak takut turun ke jalan membela kepentingan rakyat. Karena tak kunjung mendapat respons, salah seorang demonstran naik ke ruang kelas di Lantai 2 Gedung A4.

Selanjutnya, mendobrak pintu ruang kelas yang berisi puluhan mahasiswa sedang belajar sehingga membuat mahasiswa kocar-kacir. Beruntung massa dapat ditenangkan kembali sehingga aktivitas belajarmengajar dapat kembali dilanjutkan.

Sebelum mendatangi Universitas PGRI Palembang,massa yang terdiri atas BEM se- Sumsel,LMND,PMII,HMI,dan Komisariat Intif Adha berorasi sekitar 30 menit di depan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).

Koordinator aksi Aldi Pratama mengatakan, demo tidak ubahnya bola salju yang terus bergulir sampai pemerintah mengurungkan kenaikan niatnya menaikkan harga BBM subsidi. “Besok (hari ini) ada paripurna DPR soal penentuan kenaikan BBM.Aksi besar-besaran akan kita lakukan sebagai pernyataan Sumsel menolak kenaikan harga BBM.

Opsinya ada dua, kami ke Gedung DPRD Sumsel menyampaikan aksi atau memblokade Jembatan Ampera,”ungkapnya.

Dia berharap seluruh elemen masyarakat dan pejabat di Sumsel, seperti bupati, wali kota,gubernur, bergabung bersama untuk menyampaikan seruan penolakan kenaikan harga BBM seperti yang dilakukan pejabat di Pulau Jawa.

“Menaikkan BBM sama saja mencederai rakyat. Untuk itu, kita harus bersatu menolaknya,”katanya.

Sebelumnya Pembantu Rektor Umum I Universitas Sriwijaya (Unsri) Zulkifli Dahlan menyatakan, sah-sah saja mahasiswa melakukan aksi demo menentang kenaikan BBM subsidi.Namun, dia berharap mahasiswa tidak menyampaikan aspirasi secara anarkistis yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Boleh-boleh saja berdemo, tapi jangan sampai anarkistis. Lakukanlah sesuai aturan yang sesuai karakter mahasiswa,” pungkasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
1 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
2 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved