Keluarga pelaku penembakan GKI minta maaf

Rabu, 28 Maret 2012 - 16:10 WIB
Keluarga pelaku penembakan...
Keluarga pelaku penembakan GKI minta maaf
A A A
Sindonews.com - Keluarga tersangka dalam insiden penembakan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Indramayu secara resmi meminta maaf kepada pengurus GKI Indramayu.

Keluarga tersangka datang ke GKI Indramayu dan diterima langsung oleh sejumlah pengurus GKI Indramayu.

Dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Anugrah GKI Indramayu, keluarga tersangka secara pribadi meminta maaf kepada seluruh pihak terutama jemaat GKI Indramayu atas insiden penembakan yang dilakukan Haidar (32) salah satu keluarga tersangka.

"Atas nama keluarga, kami secara ikhlas meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Kami berharap GKI Indramayu mau menerima permohonan maaf kami," ungkap Saidah, ibu kandung Haidar, Rabu (28/3/2012).

Dalam kesempatan ini, Saidah mengatakan dirinya tidak pernah menyangka, anaknya bakal melakuan hal tersebut. Dirinya pun merasa terkejut dengan insiden penembakan itu.

"Kita tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi. Tapi kami menerima risiko hukum yang akan menimpa Haidar. Ini kami anggap sebagai cobaan dari Allah SWT. Mudah-mudahan ada hikmah dalam kejadian ini," katanya.

Saidah berharap, insiden yang terjadi tidak menganggu kerukunan umat beragama di Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GKI Indramayu, Edwin Nugraha, secara terbuka menerima permintaan maaf keluarga tersangka. GKI Indramayu juga tidak akan menuntut secara materiil atas perbuatan tersangka.

"Kami ucapkan terima kasih atas permintaan secara resmi yang dilakukan keluarga tersangka. Mengenai masalah hukum, kami menyerahkan kepada aparat kepolisian," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, majelis jemaat GKI juga memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah menjalankan kinerjanya dengan baik. Dalam waktu singkat, pelaku penembakan GKI dapat diamankan.

"Kami mengajak kepada semua pihak untuk dapat menghormati dan bertoleransi dalam hubungan dan kerja sama antar umat beragama agar tercipta kondusivitas di wilayah Kabupaten Indramayu," katanya.

Edwin juga berharap aksi kekerasan atau teror tidak terjadi lagi di kabupaten Indramayu. "Kami tidak membenarkan segala bentuk kekerasan atau teror yang dilakukan baik perorangan ataupun kelompok terhadap orang atau kelompok lainnya dengan alasan apapun," katanya.

Sementara itu, ketua RW 05 Kelurahan Karangmalang Kecamatan Indramayu, Subandi menjelaskan, permohonan maaf yang dilakukan oleh keluarga tersangka diharapkan dapat menjadi rekonsiliasi antar umat beragama.

"Masyarakat di sekitar Gereja Kristen Indonesia ikut merasa bangga jika terjadi kerukunan antar umat beragama. Permohonan maaf pihak keluarga dianggap sebagai sikap yang ksatria," katanya.(azh)
()
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
9 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
10 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved