Tomcat dipindahkan dengan lampu

Rabu, 28 Maret 2012 - 08:05 WIB
Tomcat dipindahkan dengan...
Tomcat dipindahkan dengan lampu
A A A
Sindonews.com – Serangga tomcat yang muncul dan meresahkan warga Kampung Tahunan, Umbulharjo,Yogyakarta dalam beberapa pekan ini akan dipindahkan dengan perangkat cahaya oleh tim UGM.

Pemindahan ini merupakan salah satu solusi terbaik karena serangga dengan nama latin Paederus riparius tersebut dibutuhkan oleh petani.Tomcat merupakan predator bagi hama wereng yang selama ini menjadi musuh utama petani.

“Kita coba dengan perangkap lampu.Dengan perangkap ini, tomcat tidak akan mati,kemudian kita pindahkan ke lokasi yang jauh dari permukiman agar tidak mengganggu masyarakat,” kata Kepala Bidang Pertanian Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Beny Nurhantoro.

Disperindagkoptan juga merekomendasikan penanganan serangga itu dilakukan dengan pendekatan ekologi. Upaya penanganan secara alami tersebut dapat dilakukan dengan memotong siklus rantai makanan yang melibatkan tomcat.

Seperti perubahan jenis tanaman dari padi ke tanaman lain, yakni palawija. Dengan adanya pergantian siklus tanam, akan memengaruhi keberadaan wereng dan secara otomatis mengurangi jumlah tomcat secara alami.

“Pendekatan ekologi ini sebenarnya sudah disosialisasikan sejak lama dan sistem ini ampuh untuk mencegah terjadinya wabah hama seperti wereng,” tandas Beny.

Secara teknis, tomcat tidak akan mengeluarkan cairan yang mengandung racun dan berbahaya bagi kulit manusia jika tidak merasa terancam.Jika bersinggungan dengan hama tersebut, masyarakat tidak perlu panik.

“Jangan malah ditepuk. Kalau ditepuk, dia (tomcat) akan melawan dengan mengeluarkan cairan yang dapat membuat luka karena kandungan racunnya tersebut,” paparnya.

Pakar Hama Fakultas Pertanian UGM Suputa mengaku sudah merancang alat khusus dengan lampu karena tomcat merupakan jenis serangga malam yang senang dengan cahaya. “Jika malam hari akan mendekati lampu penerangan. Sementara kalau siang dia akan pergi karena ada cahaya yang lebih terang yakni matahari,” ungkapnya.

Dari analisis yang dilakukan, serangan tomcat di Yogyakarta masih dalam tataran wajar dan berbeda dengan yang terjadi di Jawa Timur. Rencana memindahkan tomcat dari permukiman merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mencegah agar serangga itu tidak meluas dan menyerang ke perkampungan lain. Selain itu, pemindahan secara ekologi bisa mencegah punahnya serangga itu dari lingkungannya. (wbs)
()
Berita Terkini
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
27 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
1 jam yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
3 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
9 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
10 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
11 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved