BBM naik, ini kata warga Jakarta
Sabtu, 24 Maret 2012 - 13:42 WIB
BBM naik, ini kata warga Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mulai 1 April 2012 mendatang terus menuai pro dan kontra masyarakat. Ada yang mendukung, tapi tidak sedikit yang menolak rencana tersebut, karena dianggap tidak tepat dilakukan.
"Saya mendukung (aksi penolakan kenaikan harga BBM). Dengan menaikkan harga BBM belum tentu rakyat makmur," ujar Dimas Stiadi (23), staf RS Fatmawati, saat dijumpai Sindonews, Sabtu (24/3/2012).
Dimas hanya satu dari sekian banyak warga Jakarta dan penduduk Indonesia yang merasa keberatan dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Namun demikian, ada juga warga Jakarta mendukung pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka menilai, langkah pemerintah sudah tepat. Karena jika dinaikkan sekarang, maka beban subsidi pemerintah akan semakin membengkak.
"Menaikkan harga BBM disaat minyak dunia naik itu tepat. Kalau harga minyak dunia naik tapi harga tetap, mau menutupi pembelian minyak pakai apa? Utang IMF lagi? Jual Aset lagi?," terang Nikie (25), salah seorang pegawai swasta. (san)
"Saya mendukung (aksi penolakan kenaikan harga BBM). Dengan menaikkan harga BBM belum tentu rakyat makmur," ujar Dimas Stiadi (23), staf RS Fatmawati, saat dijumpai Sindonews, Sabtu (24/3/2012).
Dimas hanya satu dari sekian banyak warga Jakarta dan penduduk Indonesia yang merasa keberatan dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Namun demikian, ada juga warga Jakarta mendukung pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka menilai, langkah pemerintah sudah tepat. Karena jika dinaikkan sekarang, maka beban subsidi pemerintah akan semakin membengkak.
"Menaikkan harga BBM disaat minyak dunia naik itu tepat. Kalau harga minyak dunia naik tapi harga tetap, mau menutupi pembelian minyak pakai apa? Utang IMF lagi? Jual Aset lagi?," terang Nikie (25), salah seorang pegawai swasta. (san)
()