Kurun waktu 6 tahun, 53 ekor gajah mati

Senin, 19 Maret 2012 - 03:10 WIB
Kurun waktu 6 tahun,...
Kurun waktu 6 tahun, 53 ekor gajah mati
A A A
Sindonews.com - Dalam kurun waktu kurang dari enam tahun, sekira 53 ekor gajah Sumatera mati di Riau. Salah satu penyebab terbesar kematian mamalia raksasa ini adalah akibat dibantai manusia.

Namun demikian sejauh ini, tidak satu pun pelaku berhasil ditangkap, apalagi diseret ke meja hijau. Hal inilah yang membuat habitat gajah mendekati kepunahan.

"Memang sampai saat ini tidak satu pun ditangkap oleh petugas. Ini sangat ironis. Padahal saat habitat gajah statusnya tidak hanya kritis, tetapi sudah sangat kritis," kata Humas World Wildlife Fund (WWF) Riau Syamsidar, Minggu (18/3/2012).

Menurut dia, kelangsungan hidup satwa langka ini sangat terancam. Pasalnya, sampai saat ini, belum satu pun tersangka ditangkap.

"Orang tentu semakin tidak takut untuk membunuh gajah. Padahal gajah merupakan satwa yang dilindungi Pemerintah. Ini akibat tidak ada yang tertangkap pelakunya. Otomatis tidak ada efek jera bagi pelaku, apalagi pemburu liar," pungkasnya.

Dari catatan WWF, pada 2006 misalnya, gajah Sumatera yang mati mencapai 24 ekor. Di antaranya ditemukan di Kabupaten Pelalawan sembilan ekor, Rokan Hulu (Rohul) delapan ekor, Kuansing lima ekor, serta Siak dan Bengkalis masing-masing dua dan satu ekor.

Tahun 2007, jumlah gajah mati sedikit menurun, yaitu lima ekor. Gajah tersebut ditemukan di tiga kabupaten yakni, Kuansing, Kampar, dan Bengkalis.

Tahun berikutnya angka kematian gajah kembali naik. Tercatat tujuh gajah menjadi bangkai akibat ulah manusia. Hewan bongsor ini ditemukan mati di Inhu dan Bengkalis masing-masing tiga ekor. Sementara seekor mati di Kabupaten Kampar.

Pada 2009, kematian gajah semakin bertambah. Sembilan gajah ditemukan mati di Kabupaten Bengkalis tiga ekor dan Pelalawan enam ekor. Bahkan tidak hanya di alam liar, gajah juga ditemukan mati di Taman Nasional Teso Nilo(TNTN) beberapa ekor juga mati. Tahun 2010 Ditemukan tujuh kasus kematian gajah.

"Ini gajah baru yang terdeteksi saja. Mungkin banyak juga gajah yang mati tidak diketahui rimbanya. Untuk tahun 2011 memang tidak ada. Namun pada 2012 ini sudah ada empat ekor gajah ditemukan mati. Kita khawatir, jika ini dibiarkan, kepunahan gajah semakin tidak terhindarkan," tandasnya.

Konflik gajah di Riau sering terjadi akibat rusaknya hutan. Baik dilakukan oleh perusahaan maupun masyakarat dengan melakukan alih fungsi hutan menjadi perkebunan maupun pemukiman.(azh)

()
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
20 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
29 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
39 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved