MUI tolak relokasi pabrik miras

Jum'at, 16 Maret 2012 - 08:52 WIB
MUI tolak relokasi pabrik...
MUI tolak relokasi pabrik miras
A A A
Sindonews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel menyerukan opsi relokasi pabrik minuman keras (miras) ke Kawasan Industri Makassar (KIMA) ditolak.

Sebaliknya, Pe-merintah Kota (Pemkot) didesak secepatnya menutup pabrik miras,UD Padi Mas, di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala. Sekretaris MUI Sulsel Prof Dr HM Ghalib mengatakan,pemerintah tidak perlu lagi memberikan opsi relokasi kepada industri yang produknya merusak mental masyarakat.

Pemkot diminta tidak mengutamakan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah karena pabrik miras bertentangan dengan budaya masyarakat setempat.

”Semua hal yang merusak jiwa dan mental masyarakat mestinya ditutup. Jangan karena aspek materi lalu itu dibiarkan. Jadi,pabrik miras harus ditutup, bukan relokasi,” ungkap dia kepada SINDO, kemarin.

Dia mengemukakan,jika UD Padi Mas telah mengantongi rekomendasi usaha dari Dinas Perindustriandan Perdagangan( Disperindag), rekomendasi tersebut juga harus dicabut. Untuk hal-hal yang berbau maksiat,semestinya pemerintah tidak perlu menunggu reaksi masyarakat baru bertindak. Di samping itu,dia berharap pemerintah tidak mengeluarkan lagi izin operasi kepada industri serupa.

”Harusnya masyarakat tidak perlu ikut terlibat karena pemerintah sudah tahu bahwa itu merusak mental masyarakat. Jangan sampai ada reaksi dari masyarakat,”ujar dia. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin sebelumnya sudah menginstruksikan Disperindag menutup pabrik miras UD Padi Mas karena dikhawatirkan akan menimbulkan dampak sosial.

Hanya,DPRD Kota Makassar terkesan setengah hati menutup pabrik tersebut dengan munculnya tawaran relokasi ke KIMA. Komisi A yang membidangi masalah ini belum mengambil keputusan sebelum mendengarkan penjelasan resmi dari Kepala Disperindag Makassar terkait keluarnya rekomendasi izin operasi pabrik miras itu.

”Opsi relokasi tetap terbuka, tapi itu kemungkinan terakhir. Bisa saja pabriknya dipindahkan ke KIMA,” ujar Ketua Komisi A Rahman Pina. (wbs)
()
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
3 jam yang lalu
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
5 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
6 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
8 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
9 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
10 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved