Sejuta guru honor ancam mogok massal

Senin, 05 Maret 2012 - 20:10 WIB
Sejuta guru honor ancam...
Sejuta guru honor ancam mogok massal
A A A
Sindonews.com - Sekitar satu juta guru diperkirakan akan melakukan mogok massal untuk menuntut pemerintah mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) Pengangkatan Tenaga Honorer sebelum April mendatang.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera menandatangani PP Pengangkatan tenaga honorer sebelum April mendatang.

Jika tidak, maka kemungkinan sekira satu juta guru honorer akan melakukan mogok massal sebagai bentuk protes atas kelambanan pemerintah berkomitmen mensejahterakan guru honor ini.

Sulistiyo mengatakan, sebetulnya presiden sudah responsif menanggapi kenaikan status guru honorer ini. Akan tetapi kementerian terkait masih saja silang pendapat sehingga tenaga pendidik pun kehilangan kesabaran.

"Pemahaman para pejabat atas guru honorer kurang bagus. Ditambah lagi tidak ada data, maka kebijakan yang diambil tidak sesuai realitas," ujarnya di Jakarta, Senin (5/3/2012).

Ditambahkan dia, jika memang pemerintah pusat melarang pengangkatan guru baru, maka hal tersebut sah-sah saja sepanjang pemerintah mau menutupi kekurangan guru.

Sulistiyo juga menyayangkan pemerintah yang memasukkan jumlah guru honorer sebagai pembagi dengan jumlah murid sehingga pemerintah dengan bangga menyatakan jumlah guru sebetulnya melimpah.

Pemerintah seharusnya membayangkan, jika guru honorer ini tidak ada, maka siswa yang ada pun tidak akan terdidik secara maksimal karena guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada hanya 1,2 juta orang.

Apabila pemerintah tidak mau mengangkat guru honorer menjadi PNS maka statusnya jangan digantung begitu saja melainkan angkat mereka sebagai guru tidak tetap dengan penghasilan yang mendekati guru PNS dengan anggaran untuk gaji mereka diambil dari APBN.

"Sekarang menteri bangga dengan jumlah guru yang dibilang banyak. Padahal mereka memasukkan guru honorer sebagai pembanding. Ini tidak adil karena pemerintah melihat mereka berkontribusi di dunia pendidikan namun tidak memberikan kesejahteraan yang bagus," sesalnya. (san)
()
Berita Terkini
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
1 jam yang lalu
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
2 jam yang lalu
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
2 jam yang lalu
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
3 jam yang lalu
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
3 jam yang lalu
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
4 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved