PKL masih jadi pelanggar Perda tertinggi

Selasa, 28 Februari 2012 - 08:25 WIB
PKL masih jadi pelanggar...
PKL masih jadi pelanggar Perda tertinggi
A A A
Sindonews.com – Sepanjang 2011, PKL menjadi pelanggar peraturan daerah (perda) paling tinggi di Kota Palembang. Karena itu, pada tahun ini penertiban PKL menjadi catatan serius Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Palembang Aris Saputra mengatakan, dari sekian banyak pelanggar perda Kota Palembang, PKL dinilai paling banyak membuat pelanggaran. Selain jumlahnya yang lebih dari 5.000 orang,PKL kini makin tumbuh subur seiring meningkatnya jumlah pasar tradisional.

“Tetapi, dibanding tahuntahun sebelumnya, sekarang PKL sudah lumayan tertib. Meski ada lagi yang keliaran di jalan,tetap saja mereka menjadi pelanggar paling tinggi,” kata Aris seusai membuka kegiatan sunatan massal dan donor darah memperingati hari jadi ke-62 Satpol PP kemarin di Aula Kantor Satpol PP Kota Palembang.

Selain PKL, masyarakat yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan mendirikan bangunan tanpa izin serta membuang sampah sembarangan juga masih banyak terjadi di Kota Palembang.Untuk itu, Satpol PP bakal lebih gencar melakukan penertiban dan razia KTP di pusat-pusat keramaian.

Tak hanya itu, Pol PP juga sudah menggandeng beberapa instansi terkait, seperti Dinkop, Dinas Pasar, dan Tata Kota dalam melakukan penertiban ini.

“Di usia kita yang ke-62 ini, PKL akan tetap jadi perhatian serius. Kita akan terus tertibkan mereka,”tandasnya. Aris mengungkapkan, tren yang terjadi saat ini,PKL kerap memanfaatkan lorong-lorong di pasar untuk berdagang.Namun, ketika ditertibkan, mereka sering menolak dengan alasan sudah mendapat izin RT setempat.

“Sekarang seperti itu trennya, berdagang di lorong-lorong. Giliran ditertibkan tidak mau, padahal jelas-jelas melanggar perda,”ucapnya.

Selain fokus menertibkan dan menata keberadaan PKL, Satpol PP juga akan mengubah pola pendekatan ke masyarakat dalam hal penertiban.Jika selama ini Satpol PP dikenal dengan image yang arogan dan kasar, hal itu akan diubah dan akan mengedepankan sikap yang lebih ramah dan bersahabat dengan masyarakat. Sementara itu,saat memperingati HUT Satpol PP kemarin, sedikitnya 125anakkurangmampu dikhitan.

Sedangkan, donor darah terkumpul hingga 150 kantong darah yang akan disumbangkan ke PMI Palembang. Orang tua peserta khitan massal, Irwan,warga Sekanak, mengaku senang dengan adanya aksi sosial ini. Meski baru pertama kali, dia berharap kegiatan ini terus diadakan setiap tahun.

“Jelas membantu sekali, soalnya kalau mau khitan sendiri biayanya sudah berapa. Kalau begini kan enak,uang buat sunat bisa kita belikan kebutuhan lain,”pungkasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
49 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
3 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
4 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved