Banjir lahar ancam sisi barat Merapi

Kamis, 23 Februari 2012 - 09:19 WIB
Banjir lahar ancam sisi...
Banjir lahar ancam sisi barat Merapi
A A A
Sindonews.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) meminta masyarakat yang berada di sisi barat Merapi tetap waspada terhadap ancaman lahar dingin.

Saat ini material Merapi material vulkanik hasil erupsi Merapi masih cukup banyak dan diperkirakan mencapai 90 juta meter kubik. Hujan lebat dengan intensitas lebih dari 20 milimeter (mm) per jam yang masih akan berlangsung rentan menimbulkan aliran lahar yang berbahaya.

”Selama 24 jam kita pantau karena kondisi Merapi cukup aktif,” kata Kepala BPPTK Yogyakarta Subandriyo kemarin.

Berdasarkan sebaran material erupsi Merapi, ancaman banjir lahar dingin berada di sisi barat dengan sebaran merata. Tumpukan material lahar ini rentan terbawa aliran air tidak seperti di sisi timur yang sebaran material vulkaniknya tidak merata.

”Status siaga darurat ancaman banjir lahar dingin masih tetap berlaku,” ujar Subandriyo.

Subandriyo menjelaskan, alat pemantau Merapi sudah ditambah dari lima unit menjadi 10 unit. Penambahan ini dilakukan setelah terjadi erupsi pada 2010. Selain itu, untuk pengukuran deformasi juga mengalami kemajuan.

Jika sebelumnya hanya menggunakan reflektor, kini sudah dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS). ”Pascaerupsi banyak mendapat tambahan peralatan untuk memantau,”ujarnya. Meskipun ada penambahan alat, BPPTK masih kesulitan mengukur asap solfatara yang muncul di puncak karena belum stabil.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta Sri Sumarti mengatakan kondisi Merapi saat ini sudah kembali aktif normal. Peningkatan aktivitas pada awal Februari sudah mereda. ”Meski sudah normal, masyarakat harus tetap waspada,” ucapnya.

Sebelumnya, warga di lereng Merapi dibuat panik karena intensitas gempa di gunung teraktif di dunia itu selama beberapa pekan meningkat.(lin)
()
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
3 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
4 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
5 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
7 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
7 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
8 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved