Diverifikasi, pendukung calon independen turun drastis

Rabu, 22 Februari 2012 - 17:59 WIB
Diverifikasi, pendukung...
Diverifikasi, pendukung calon independen turun drastis
A A A
Sindonews.com - Setelah dilakukan verifikasi, terjadi penurunan jumlah pendukung secara signifikan calon independen Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Serikat Kerakyatan Indonesia (Sakti) Standarkia mengatakan, secara umum diperoleh gambaran terdapat penurunan jumlah dukungan yang diajukan untuk memenuhi syarat administrasi calon independen. Jumlah penurunan dukungan terhadap Hendardji Soepandji-Ahmad Riza dan Faisal Basri-Biem Benjamin yang berkisar 20 hingga 50 persen.

"Dalam verifikasi ditemukan ada jumlah penduduk yang tak memenuhi syarat yakni fotokopi kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda, paspor atau Kartu Keluarga (KK) beralamat di kelurahan lain. Pemalsuan surat dukungan serta KTP kedaluarsa juga ada," ujarnya saat acara konferensi Pers hasil riset penggalangan dukungan pasangan calon perseorangan dalam Pemilukada DKI Jakarta di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Dikatakannya, salah satu laporan dari pewawancara di beberapa Kelurahan Jakarta Barat memberikan gambaran, di antaranya pola penggalangan dengan membuat pasar murah, pembagian minyak sayur satu liter dengan mengumpulkan KTP, juga janji-janji pembagian sembako yang sampai saat ini belum terealisasi.

"Hal ini dilakukan jauh sebelum Panitia Pemungutan Suara (PPS) didirikan di tiap kelurahan," tambahnya.

Ditambahkannya, selain itu yakni informasi yang diperoleh dari peneliti lapangan terdapat banyak tanda tangan yang tertera di formulir B1 (formulir identitas dan alamat pemilih) sangat berbeda dengan tanda tangan di fotokopi KTP.

"Peneliti lain yang melakukan riset di kecamatan berbeda laporkan banyaknya warga yang merasa tak pernah memberikan dukungan atau fotokopi," tambahnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, ada broker KTP mendatangi ketua RT meminta fotokopi KTP warga dengan janji setiap satu fotokopi akan dibayar Rp2.500.

"Kasus yang paling menyolok adalah pemalsuan dukungan sebagaimana disampaikan Ketua Panwaslu Ramdansyah kepada media massa atas dasar laporan petugas PPS Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Tanda tangan palsu pendukung merupakan gejala umum di lima wilayah Kota Jakarta," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, tidak hanya kelompok masyarakat yang menjadi korban, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga menjadi korban.(azh)
()
Berita Terkini
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
21 menit yang lalu
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
1 jam yang lalu
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
1 jam yang lalu
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
2 jam yang lalu
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
2 jam yang lalu
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
2 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved