Diduga debt collector, komplotan Kei tagih Ayung

Rabu, 22 Februari 2012 - 10:33 WIB
Diduga debt collector,...
Diduga debt collector, komplotan Kei tagih Ayung
A A A
Sindonews.com - Dugaan sementara, hasil keterangan enam pelaku yang telah ditangkap, motif pembunuhan Bos PT Sanex Steel beberapa waktu lalu adalah penagihan fee atas jasa penagihan yang dilakukan oleh komplotan Kei.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (pol) Rikwanto mengatakan jasa penagih utang, atau yang akrab dikenal masyarakat dengan sebutan Dept Colector, pada dasarnya tidak diatur dalam Undang-Undang (UU).

"Praktek debt collector, di dalam undang-undang gak ada ya. Perkara pihak tertentu memerlukan jasa debt collector semisal penagihan hutang, silahkan saja. Selama tidak menyalahi hukum yang berlaku," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Rikwanto juga menegaskan, bila dalam praktek penagihan terjadi tindak kekerasan atau pelanggaran pidana seperti yang baru saja terjadi, dimana Komplotan Kei melakukan tindak pengeroyokan sampai mengakibatkan hilangnya nyawa sesorang, maka si pelaku kekerasan tetap harus mempertanggungjawabkan perbutannya secara hukum.

"Kalau dalam prakteknya ada pelanggaran hukum di situ, ya tentu akan kita tindak," tegasnya.(azh)
()
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
1 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
4 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
5 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
5 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
6 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
7 jam yang lalu
Infografis
Giliran Data BPJS Ketenagakerjaan...
Giliran Data BPJS Ketenagakerjaan yang Diduga Bocor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved