Antisipasi narkoba di balik maraknya kecelakaan
Selasa, 21 Februari 2012 - 11:26 WIB
Antisipasi narkoba di balik maraknya kecelakaan
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya kecelakaan angkutan umum akhir-akhir ini harus diantisipasi Polri dengan deteksi dini. Bisa jadi, ada unsur penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh pengemudinya.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, dari data yang dimilikinya, dalam 10 hari pertama Februari 2012 saja sudah terjadi empat kali kecelakaan bus yang menewaskan puluhan orang dan puluhan lainnya menderita luka berat.
Kasus Afriyani dan pilot SS juga harus jadi indikasi yang patut dicermati. Untuk itu, IPW mengimbau Polri harus mendorong perusahaan penerbangan dan asosiasi pilot agar melakukan tes urine terhadap para pilotnya. Begitu juga di perusahan bus dan organda.
"Ini demi nama baik perusahaan dan profesi pilot maupun sopir," ungkap Neta menjelaskan dalam siaran persnya, Selasa (21/2/2012).
Untuk mendukung program ini, Kementerian Perhubungan dan Departemen Perhubungan harus memberikan dukungan penuh. Tujuannya agar keselamatan penerbangan dan angkutan umum terhindar dari kecelakaan.
Selain itu sudah saatnya polri memasukkan intelijennya ke komunitas pilot dan sopir agar bisa memetakan dan mendeteksi dini terhadap pilot dan sopir pengguna narkoba.
Strategi ini harus dilakukan karena penyelundupan narkoba lewat Bandara Soekarno-Hatta melonjak. pada 2008 ada 16 kasus dan 2011 jadi 61 kasus. Harus diselidiki apakah ada katerlibatan oknum pilot dalam kasus ini.
"Pilot-pilot dan sopir yang terlibat narkoba harus dihukum berat agar ada efek jera dan sekaligus menyelamatkan dunia penerbangan maupun angkutan umum," katanya.(azh)
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, dari data yang dimilikinya, dalam 10 hari pertama Februari 2012 saja sudah terjadi empat kali kecelakaan bus yang menewaskan puluhan orang dan puluhan lainnya menderita luka berat.
Kasus Afriyani dan pilot SS juga harus jadi indikasi yang patut dicermati. Untuk itu, IPW mengimbau Polri harus mendorong perusahaan penerbangan dan asosiasi pilot agar melakukan tes urine terhadap para pilotnya. Begitu juga di perusahan bus dan organda.
"Ini demi nama baik perusahaan dan profesi pilot maupun sopir," ungkap Neta menjelaskan dalam siaran persnya, Selasa (21/2/2012).
Untuk mendukung program ini, Kementerian Perhubungan dan Departemen Perhubungan harus memberikan dukungan penuh. Tujuannya agar keselamatan penerbangan dan angkutan umum terhindar dari kecelakaan.
Selain itu sudah saatnya polri memasukkan intelijennya ke komunitas pilot dan sopir agar bisa memetakan dan mendeteksi dini terhadap pilot dan sopir pengguna narkoba.
Strategi ini harus dilakukan karena penyelundupan narkoba lewat Bandara Soekarno-Hatta melonjak. pada 2008 ada 16 kasus dan 2011 jadi 61 kasus. Harus diselidiki apakah ada katerlibatan oknum pilot dalam kasus ini.
"Pilot-pilot dan sopir yang terlibat narkoba harus dihukum berat agar ada efek jera dan sekaligus menyelamatkan dunia penerbangan maupun angkutan umum," katanya.(azh)
()