DPR : Polisi juga harus berantas oknum bekingi preman
Senin, 20 Februari 2012 - 20:50 WIB
DPR : Polisi juga harus berantas oknum bekingi preman
A
A
A
Sindonews.com- Penangkapan John Kei di Hotel C'One Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 17 Febuari 2012 diduga terkait kasus pembunuhan bos Sanex, Tan Hary Tantono mendapat sorotan dari pihak DPR RI. Terlebih, belakangan ini sejumlah organisasi masyarakat berlatar preman sudah banyak bermunculan.
Menurut Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan, pihak kepolisian pun harus bisa memberantas para oknum aparat di belakang para preman tersebut, selain memberantas para preman yang sudah meresahkan masyarakat selama ini.
"Ya justru itu (Pihak yang bekingi preman) yang perlu diberantas juga. Jadi tak hanya memberantas preman-preman yang meresahkan masyarakat, tapi harus diberantas juga yang membekingi,"ujarnya kepada wartawan seusai menghadiri rapat dengan PPATK di komisi III, gedung DPR, Senin (20/2/2012).
Menurutnya, preman berani beraksi karena ada dalang di belakangnya. Biasanya preman tersebut akan kasih sebagian hasilnya pada oknum keamanan. "Kalau melihat modus-modus mafia preman stor jatah juga ke pihak keamanan," tuturnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, pihak kepolisian harus berani membuktikan hal tersebut. Biasanya preman tak mungkin berdiri sendiri. "Jadi, polisi harus intropeksi dengan melakukan pembuktian, preman kampung aja ada back-up nya," pungkasnya. (wbs)
Menurut Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan, pihak kepolisian pun harus bisa memberantas para oknum aparat di belakang para preman tersebut, selain memberantas para preman yang sudah meresahkan masyarakat selama ini.
"Ya justru itu (Pihak yang bekingi preman) yang perlu diberantas juga. Jadi tak hanya memberantas preman-preman yang meresahkan masyarakat, tapi harus diberantas juga yang membekingi,"ujarnya kepada wartawan seusai menghadiri rapat dengan PPATK di komisi III, gedung DPR, Senin (20/2/2012).
Menurutnya, preman berani beraksi karena ada dalang di belakangnya. Biasanya preman tersebut akan kasih sebagian hasilnya pada oknum keamanan. "Kalau melihat modus-modus mafia preman stor jatah juga ke pihak keamanan," tuturnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, pihak kepolisian harus berani membuktikan hal tersebut. Biasanya preman tak mungkin berdiri sendiri. "Jadi, polisi harus intropeksi dengan melakukan pembuktian, preman kampung aja ada back-up nya," pungkasnya. (wbs)
()