Hentikan pecarian piramida di Gunung Sadahurip

Rabu, 15 Februari 2012 - 08:33 WIB
Hentikan pecarian piramida...
Hentikan pecarian piramida di Gunung Sadahurip
A A A
Sindonews.com - Pemerintah diminta tidak meneruskan penelitian di Gunung Sadahurip, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Pasalnya, gunung berbentuk limas itu tidak memiliki kaitan dengan nilai sejarah peradaban manusia di masa lalu.

Hal ini disampaikan dalam seminar kebudayaan bertajuk Tidak Ada Piramida di Gunung Sadahurip yang digelar di Gedung Korpri, Jalan Patriot, Garut, kemarin. Pengurus Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Sujatmiko, mengatakan, Gunung Sadahurip tidak lebih dari gunung api purba yang sudah menjadi fosil.

"Gunung ini berusia sekitar dua hingga lima juta tahun dan sekarang sudah menjadi fosil. Tidak ada kaitan dengan peradaban prasejarah. Tapi bila masih tetap penasaran,silakan lakukan penelitian lebih lanjut," katanya saat menjadi pembicara kemarin.

Menurut Sujatmiko, proses pembentukan Gunung Sadahurip berasal dari adanya magma yang tidak meletus, namun terdorong dari perut bumi. Lava yang keluar, kata dia, kemudian muncul dan menyerupai gunung.

"Hasil penelitian sementara memang begitu. Hal ini bisa dibuktikan dengan ditemukannya batu-batuan dari lava yang mengeras dan menjadi fosil di gunung itu," jelasnya.

Salah satu peserta seminar dari ISDM Kementerian Teknologi Mineral Binarko Santoso, memperkuat penjelasan ilmiah tersebut. Dia sependapat bila Gunung Sadahurip tidak lebih dari sekedar tumpukan lava jutaan tahun lalu.

"Karena usia yang sudah lama, lava ini berubah menjadi keras. Biasanya, setiap kali ada lava keluar dari perut bumi,selalu terdapat kandungan berbagai logam berharga. Misalnya kandungan logam emas. Saya khawatir, adanya isu piramida di Gunung Sadahurip dimanfaatkan kelompok tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari gunung itu," katanya.

Sementara penulis sekaligus budayawan, Usep Romli, berharap pemerintah tidak terbuai dengan adanya isu piramida di Gunung Sadahurip. Dia menilai, pemerintah bisa melupakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

"Tugas pokok dan fungsi pemerintah sebagai pelayan masyarakat akan terlupakan bila terus-terusan konsentrasi dengan isu ini. Para ahli sudah berpendapat seperti itu, jadi apa lagi yang ingin dicari," tandasnya. (san)
()
Berita Terkini
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
18 menit yang lalu
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
25 menit yang lalu
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
1 jam yang lalu
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
2 jam yang lalu
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
3 jam yang lalu
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved