Alasan Dewan Adat Dayak tolak FPI

Selasa, 14 Februari 2012 - 12:43 WIB
Alasan Dewan Adat Dayak...
Alasan Dewan Adat Dayak tolak FPI
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Biro Pemuda Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah Yansen Binti menegaskan penolakan keberadaan Front Pembela Islam (FPI) adalah keinginan seluruh masyarakat adat Dayak Kalimantan Tengah.

Alasannya, falsafah budaya Huma Betang Dayak tidak ingin diganggu FPI yang dianggap mengedepankan kekerasan.

"Terkait dengan apa yang disampaikan kepada Kepolisian atau aparat keamanan itu silakan, dan kami juga siap menghadapi adanya tuntutan-tuntutan atau pun gugatan terkait dengan penolakan kami terhadap FPI," jelas Yansen, Selasa (14/2/2012).

Penolakan terhadap anggota FPI ini dilakukan ratusan warga Palangkaraya sejak tiba di Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah pada Sabtu siang.

Terkait kejadian ini Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang melakukan pertemuan tertutup di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah dengan para tokoh agama dan tokoh adat.

Hasil pertemuan disepakati bahwa penolakan pelantikan FPI tersebut tidak ada kaitannya dengan agama dan suku. Semua pihak menyatakan masalah tersebut telah selesai dan siap kembali menciptakan kondisi rukun dan damai serta menghindari upaya adu domba.
()
Berita Terkini
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
30 menit yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
40 menit yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
1 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
2 jam yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
3 jam yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
3 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved