Kekerasan di daerah, pemerintah salah analisis

Jum'at, 03 Februari 2012 - 19:05 WIB
Kekerasan di daerah,...
Kekerasan di daerah, pemerintah salah analisis
A A A
Sindonews.com - Maraknya konflik dan kekerasan di berbagai daerah disinyalir terjadi lantaran pemerintah dan penegak hukum salah menganalisis faktor.

Pendiri atau aktivis Institut Titian Perdamaian, Ichsan Malik, mengatakan, konflik tersebut akan terus menyebar luas karena salah mendeteksi eskalasi, salah menganalisis faktor, tidak mampu mengorganisir aktor, dan stakeholder tak mampu berkordinasi.

"Sempurna semua permasalahan kita soal konflik ini. Ya kita tunggu aja konflik meledak di mana-mana," ujarnya saat acara talk show perspektif Indonesia dengan tema 'Amuk Massa di tanah air, akar dan Solusinya, di Pressroom DPD RI, Jumat (3/2/2012).

Lebih lanjut dia mengatakan, permasalahan konflik yang dialami Indonesia saat ini, jauh lebih kompleks daripada amuk massa. Karakteristiknya, kata dia, sudah jelas berbeda. Jika dilihat dari konteksnya, ada sejarah ketidakadilan dan ada dominansi di dalam sebuah konflik.

"Kita lihat isunya, isunya tidak bisa tanah, ya tanah. Tetapi, tanah terkait dengan politik, tanah terkait dengan budaya, tanah terkait dengan keamanan. Jadi, isunya juga saling kompilkasi," ucapnya.

Selain itu, kata dia adalah bagaimana prosesnya berjalannya. Proses yang terjadi menurutnya penuh emosional, penuh kemarahan.

"Jadi polisi salah membaca, pemerintah salah membaca, mindset nya masih amuk massa,"tuturnya.

Yang dimaksud stakeholder, kata dia, adalah media, pemerintah Daerah, kepolisian, LSM dan sebagainya. "Media, pemerintah daerah, LSM dan sebagainya harusnya berkordinasi dalam membantu menyelesaikan konflik. Tapi ini justru jalan masing-masing," katanya.

Ditambahkannya, aktor dalam sebuah konflik adalah ada provokator, cheerleader dan sebagainya. Soal faktornya, yakni soal agraria, baik masalah tanah, kehutanan, pertambangan dan sebagainya.(azh)
()
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
2 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
2 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
3 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
5 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
14 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
17 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved