Wali Kota Blitar tolak gunakan mobil Esemka

Kamis, 26 Januari 2012 - 08:58 WIB
Wali Kota Blitar tolak...
Wali Kota Blitar tolak gunakan mobil Esemka
A A A
Sindonews.com – Wali Kota Blitar M. Samanhudi Anwar menolak menggunakan mobil Esemka hasil rakitan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Blitar sebagai mobil dinas (mobdin).

Dia beralasan mobil tersebut itu belum ada dokumennya dan belum lolos uji kelayakan. Padahal, Samanhudi adalah yang meresmikan mobil hasil rakitan tersebut. Samanhudi yang juga Ketua DPC PDIP Kota Blitar itu dengan tegas menyatakan enggan menggunakannya sebagai mobdin. Adalah langkah yang salah jika menggunakan kendaraan tanpa perlengkapan dokumen resmi alias bodong.

“Kami menghargai hasil karyanya namun tidak akan pernah menggunakan kendaraan yang tidak ada dokumennya,” ujar Samanhudi. Dia tidak akan meniru apa yang dilakukan Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi).

Terbukti, setelah menyatakan menjadikan kendaraan dinas, semua produk dalam negeri tersebut oleh Jokowi langsung dikandangkan. “Kecuali jika memang ada surat dari institusi resmi yang menyatakan layak jalan, kita bisa mempertimbangkan,” terang Samanhudi.

Produk hasil SMK Negeri 1 Kota Blitar merupakan hasil kerjasama dengan SMK Solo yang menghasilkan produk mobil Kiat Esemka. Saat ini para siswa telah menyelesaikan dua unit mobil berjenis pikap dengan tipe sport utility vehicle (SUV). Semua suku cadang yang diperlukan dalam rakitan ini berasal dari SMK Solo.

Targetnya, SMKN 1 Kota Blitar akan memproduksi 8 unit mobil dengan nama Esemka Patria sebagaimana julukan Kota Blitar. Samanhudi berjanji akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait “keabsahan” mobil rakitan tersebut.

Dirinya mengakui apa yang ada itu terkait erat dengan ruang ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan. “Sebab hanya pemerintah pusat yang memiliki kebijakan apakah mobil produk siswa SMK itu layak jalan atau tidak,” tegasnya.

Kepala SMK Negeri Kota Blitar Imam Mahfud mengatakan apa yang dilakukan siswanya masih sebatas berbagi pengalaman. Namun untuk ke depan, apa yang dilakukan para siswa ini diharapkan akan lebih baik. “Ini merupakan pengalaman yang berharga. Kita berharap kualitas yang ada ini bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

Saat ini, pihak sekolah memilih menggunakan dua kendaraan tersebut sebagai bagian uji praktikum siswa. Seperti halnya Pemkot Blitar, untuk semua keperluan dokumen resmi,sekolah menunggu hasil keputusan pemerintah pusat. “Kita juga sangat berharap produk dalam negeri itu bisa benar-benar dioperasionalkan,” terangnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
58 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved