Keluarga korban Xenia liar tak usah resahkan biaya
Senin, 23 Januari 2012 - 13:59 WIB
Keluarga korban Xenia liar tak usah resahkan biaya
A
A
A
Sindonews.com - Camat Johar Baru, Jakarta Pusat, Suyanto Budi Roso menegaskan, warganya yang menjadi korban kecelakaan maut akibat ditabrak Daihatsu Xenia di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat kemarin, untuk tidak resah memikirkan biaya apapun.
"Biar saya dan lurahnya yang membantu. Masalah berkas-berkas yang mesti dilengkapi, sampai pengurusan ke polisi atau Jasa Raharja akan kami dampingi dan permudah. Intinya saya meminta kepada keluarga jangan pikirkan masalah biaya," kata Suyanto kepada Sindonews di TPU Kiwi-kiwi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga korban sempat protes setelah pengenaan biaya antar empat jenazah korban Xenia "liar" oleh pihak RSCM sebesar Rp7,5 juta dinilai tidak manusiawi.
"Saya enggak setuju dengan ini, menurut saya tidak manusiawi," tegas teman korban, Enny Salim (37), di RSCM, Jalan Salemba usai kejadian.
Pihak rumah sakit sendiri sempat meminta pihak keluarga korban untuk menyertakan surat keterangan tidak mampu dari RT dan RW, jika tidak mampu membayar. Namun keluarga tidak bisa menyanggupinya. (wbs)
"Biar saya dan lurahnya yang membantu. Masalah berkas-berkas yang mesti dilengkapi, sampai pengurusan ke polisi atau Jasa Raharja akan kami dampingi dan permudah. Intinya saya meminta kepada keluarga jangan pikirkan masalah biaya," kata Suyanto kepada Sindonews di TPU Kiwi-kiwi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga korban sempat protes setelah pengenaan biaya antar empat jenazah korban Xenia "liar" oleh pihak RSCM sebesar Rp7,5 juta dinilai tidak manusiawi.
"Saya enggak setuju dengan ini, menurut saya tidak manusiawi," tegas teman korban, Enny Salim (37), di RSCM, Jalan Salemba usai kejadian.
Pihak rumah sakit sendiri sempat meminta pihak keluarga korban untuk menyertakan surat keterangan tidak mampu dari RT dan RW, jika tidak mampu membayar. Namun keluarga tidak bisa menyanggupinya. (wbs)
()