Tiga kali tak datang, Sigit bisa dijemput paksa

Sabtu, 14 Januari 2012 - 15:04 WIB
Tiga kali tak datang,...
Tiga kali tak datang, Sigit bisa dijemput paksa
A A A
Sindonews.com - Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto atau terkenal dengan nama Ari Sigit Soerharto, saat ini tengah berurusan dengan polisi. Cucu mendiang Presiden Soeharto itu diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan sebesar Rp 2,5 miliar.

Namun sayangnya, keturunan ketiga rezim yang berkuasa 32 tahun itu tak pernah mau datang untuk memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya. Bahkan, sudah dua kali berturut-turut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, Ari Sigit sedianya akan diperiksa Jumat 13 Januari, namun pemanggilan kedua itu tidak dipenuhi. Maka itu, pihaknya segera melayangkan surat pemanggilan ketiga. Jika tak juga datang, berdasarkan ketentuan yang berlaku, ada kemungkinan Ari Sigit dijemput paksa.

"Kami akan melakukan pemanggilan lagi. Namun kami tetap akan mendalami dulu apa alasan dia tak datang memenuhi panggilan polisi. Apa dia sakit atau alasan lain sehingga tak datang. Kami akan segera memanggi lagi," tegas Rikwanto kepada wartawan, Sabtu (14/1/2012).

Dalam kasus ini, polisi memang belum menentukan apa status Ari Sigit. Namun yang pasti, kata Rikwanto, Ari Sigit sebagai terlapor dalam kasus itu.

Kasus itu muncul setelah ada laporan dugaan penipuan dan penggelapan dilakukan oleh Ari Sigit. Kasubdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Helmy Santika mengungkapkan, berawal ada sebuah laporan penipuan dibuat oleh Sutrisno dan Mariati selaku Pemipin PT Krakatau Wajatama Cilegon, anak perusahaan PT Krakatau Steel, pada 27 Oktober 2011.

Salah satu yang dilaporkan adalah Ari Sigit sebagai komisaris PT Dinamika Daya Andalan (Dinamika). PT Krakatau Wajatam sudah mengeluarkan uang senilai Rp2,5 miliar untuk perusahaan Ari Sigit yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek pengurukan tanah di Cilegon. (lin)
()
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved