Hama babi dan monyet serang tanaman jagung

Jum'at, 13 Januari 2012 - 09:35 WIB
Hama babi dan monyet...
Hama babi dan monyet serang tanaman jagung
A A A
Sindonews.com - Hama monyet dan babi merusak tanaman jagung yang berumur sekitar dua bulan. Kondisi demikian membuat resah petani jagung di Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur.

Untuk menghindari serangan kedua jenis hama ini,petani terpaksa berjaga selama 24 jam. Wajib (60), warga Desa Negeri Ratu Baru, Kecamatan Bunga Mayang, mengungkapkan, sudah sejak beberapa bulan terakhir, serangan hama monyet dan babi terus menyerang.

Agar tanaman jagung tidak rusak akibat serangan hama babi dan monyet, petani terpaksa harus terus berjaga di kebun. Sejak serangan hama monyet dan babi menyerang, Wajib terpaksa bergantian dengan anaknya, Purwanto, untuk menjaga kebun mereka yang luasnya sekitar satu hektare.

“Kita terpaksa berjaga siangmalam. Jika tidak, jagung kita akan dimakan oleh babi dan monyet,” ucapnya. Babi dan monyet merusak tanaman jagung dengan cara mematahkan batang yang usianya baru sekitar dua bulan.

Setelah batang patah, jagung akan mati dan tidak akan berbuah. Kondisi demikian sangat merugikan petani. “Dalam kondisi normal, dalam 1 hektare bisa panen 9–10 ton jagung dengan pemupukan 2–3 kali,” kata dia. Sedangkan, jika ada serangan hama monyet dan babi serta cuaca tidak menentu, ditambah kekurangan pupuk, hasil panen akan anjlok menjadi lima hingga enam ton.

Tanaman jagung baru bisa dipanen pada usia 3–3 bulan. “Untuk harga jagung kering, per kilogramnya mencapai Rp3.000–Rp3.300,” katanya.

Anto,40,warga Desa Negeri Ratu Baru, menambahkan, setiap musim tanam jagung, ancaman hama babi dan monyet terus mengincar.Untuk itu, petani harus terus berjaga-jaga di perkebunan masing-masing. Jika tidak, hama babi dan monyet akan terus menyerang dan merusak tanaman jagung.

Kepala Dinas TPH OKU Timur Tubagus Sunarseno mengatakan, setiap areal perkebunan yang berdekatan dengan hutan,akan ada serangan hama babi dan monyet. Untuk itu, petani harus membersihkan areal antara kawasan hutan dan areal perkebunan. “Petani juga harus melakukan pencegahan,” ungkap dia.
()
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
1 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved