Polisi tangkap pembunuh tukang pangsit di Tangerang
Senin, 09 Januari 2012 - 15:25 WIB
Polisi tangkap pembunuh tukang pangsit di Tangerang
A
A
A
Sindonews.com - Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap pembunuh Edi Supriyanto, pedagang mi ayam pangsit yang tewas dibacok rampok di Jalan Warung Buncit, Samping Bank Mandiri, RT 02/011, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel).
Tersangka ditangkap saat tengah bersembunyi di rumah orangtuanya yang ada di kawasan Puri Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebelumnya, tersangka sempat kabur ke Tegal. Selama dalam pelarian, tersangka sering berganti nama untuk mengelabui petugas.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan mengatakan, pelaku berinisial MD alias LL alias AL alias KE alias The Crown bin NR. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti satu gembok, tas pinggang warna hitam dan pakaian yang digunakan selama pelarian.
Sedang golok yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa Edi masih belum ditemukan. "Pelaku diamankan pada 7 Januari 2012. Tersangka berasal dari Tegal. Tim kami kemudian ke Tegal dan akhirnya mendapatkan alamat pasti pelaku di Jakarta," ujarnya kepada wartawan di Polres Jakarta Selatan, Senin (9/1/2012).
Tersangka, tambah Budi, merupakan seorang pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kadang, dia juga bekerja serabutan. "Pelaku merupakan pekerja serabutan yang masih tinggal bersama orangtuanya. Hal tersebut memungkinkan tersangka untuk akhirnya melakukan tindakan tersebut," jelasnya.
Atas perbuatannya, tersangka MD dikenai pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 22 tahun. Pelaku merupakan perampok baru yang nekat menghabisi nyawa korbannya. Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku baru sekali ini melakukan aksi perampokan disertai kekerasan.
Diceritakan, pelaku mencongkel warung rokok dengan sebilah golok lalu dipergoki Edi yang hendak belanja untuk keperluan dagangannya. Bukan takut, Edi justru berusaha menangkap pelaku. Nekad aksinya diketahui warga, pelaku menyabet kepala, dahi, jari kelingking kanan, telapak tangan, ibu jari tangan kiri dan bawah lutut dengan sebilah golok.
Karena luka bacok yang dideritanya, Edi jatuh ambruk. Badannya belumuran darah. Warga yang melihat korban terkapar langsung memanggil pertolongan dan membawa Edi ke RS Fatmawati di Jakarta Selatan. Namuan nyawanya tidak tertolong dan Edi dinyatakan tewas. (san)
Tersangka ditangkap saat tengah bersembunyi di rumah orangtuanya yang ada di kawasan Puri Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebelumnya, tersangka sempat kabur ke Tegal. Selama dalam pelarian, tersangka sering berganti nama untuk mengelabui petugas.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan mengatakan, pelaku berinisial MD alias LL alias AL alias KE alias The Crown bin NR. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti satu gembok, tas pinggang warna hitam dan pakaian yang digunakan selama pelarian.
Sedang golok yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa Edi masih belum ditemukan. "Pelaku diamankan pada 7 Januari 2012. Tersangka berasal dari Tegal. Tim kami kemudian ke Tegal dan akhirnya mendapatkan alamat pasti pelaku di Jakarta," ujarnya kepada wartawan di Polres Jakarta Selatan, Senin (9/1/2012).
Tersangka, tambah Budi, merupakan seorang pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kadang, dia juga bekerja serabutan. "Pelaku merupakan pekerja serabutan yang masih tinggal bersama orangtuanya. Hal tersebut memungkinkan tersangka untuk akhirnya melakukan tindakan tersebut," jelasnya.
Atas perbuatannya, tersangka MD dikenai pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 22 tahun. Pelaku merupakan perampok baru yang nekat menghabisi nyawa korbannya. Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku baru sekali ini melakukan aksi perampokan disertai kekerasan.
Diceritakan, pelaku mencongkel warung rokok dengan sebilah golok lalu dipergoki Edi yang hendak belanja untuk keperluan dagangannya. Bukan takut, Edi justru berusaha menangkap pelaku. Nekad aksinya diketahui warga, pelaku menyabet kepala, dahi, jari kelingking kanan, telapak tangan, ibu jari tangan kiri dan bawah lutut dengan sebilah golok.
Karena luka bacok yang dideritanya, Edi jatuh ambruk. Badannya belumuran darah. Warga yang melihat korban terkapar langsung memanggil pertolongan dan membawa Edi ke RS Fatmawati di Jakarta Selatan. Namuan nyawanya tidak tertolong dan Edi dinyatakan tewas. (san)
()