Polri dalami penggunaan AK-47 dalam rusuh Bima

Kamis, 29 Desember 2011 - 09:43 WIB
Polri dalami penggunaan...
Polri dalami penggunaan AK-47 dalam rusuh Bima
A A A
Sindonews.com - Mabes Polri masih mendalami laporan terkait penggunaan senjata AK-47 yang digunakan aparat untuk membubarkan massa saat bentrokan di Bima. Demikian diutarakan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution.

Seperti diketahui, dugaan penggunaan AK-47 seperti diungkap Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Menurut mereka senjata yang digunakan aparat untuk menembaki demonstran merupakan senapan serbu buatan Rusia, jenis Avtomat Kalashnikova (AK).

"Nanti kami tunjukkan data-datanya, foto-fotonya tunjukkan. Kalau ada barang buktinya, tunjukkan. Kami sinkronkan dengan data yang ada di lapangan. Di sana ada tim pengawas internal. Satuan mana yang punya AK-47, satuan mana yang punya yang lain. Senjata itu enggak bisa dibohongi karena itu sudah organik," papar Saud dalam perbincangan dengan Sindonews, Rabu (28/12/2011).

Saud menambahkan, sudah memeriksa beberapa anggotanya yang diduga melanggar prosedur. "Irwasum sudah memeriksa anggota brimob sebanyak 27 orang, pasukan dalmas sebanyak 17 orang, polsek ada 6 orang, perwira pengawas polda ada 2 orang," beber dia.

Menurut dia, pengambilan tindakan tegas sesuai dengan prosedur dikarenakan massa tetap tidak mau mundur dari Pelabuhan Sap. "Mereka tidak mau mundur, malah membawa senjata tajam berupa parang, tombak dan lain-lain. Setelah itu kami lakukan tembakan peringatan supaya mereka bubar, karena jumlahnya ribuan," cerita dia.

Saud mengatakan, kondisi di lapangan bisa saja berubah, eskalasi konflik bisa saja memanas sekejap ketika berhembus isu jatuhnya korban jiwa dari demonstran. "Ketika ada isu ada korban jatuh, massa bisa saja datang bertambah banyak dengan membawa parang, tombak dan lain-lain. Padahal isu itu (jatuhnya korban jiwa) tidak ada," terang dia.

Jatuhnya korban jiwa juga sangat disesalkan Mabes Polri. Kepolisian hanya berupaya mengamankan dan melancarkan kembali aktivitas di Pelabuhan Sape. "Akhirnya jatuh korban jiwa di kalangan demonstran dua orang, Arif Rahman dan Saifuddin dan sudah diautopsi. Kemudian korban luka-luka ada 8 orang dirawat di RS di Bima, 2 orang dirujuk ke RS di Mataram," ujar dia lagi.

Kemudian, lanjut Saud, ada 30 orang yang luka ringan dan berobat jalan. "Kami juga bekerja sama dengan pemerintah di sana mulai dari kelurahan, kecamatan untuk mendata ulang jatuhnya korban.Tetapi sampai saat ini belum ada laporan tambahan," jelas Saud.

Menurutnya, apabila ada yang mengatakan korban jiwa yang jatuh lebih dari dua, Polri terbuka menerima semua laporan dari masyarakat. "Jangan berpolemik dengan data yang tidak jelas. Di sana ada tim, pengawas internal dari Irwasum. Silakan dari Komnas HAM, Walhi laporkan kepada tim kami yang ada di sana," tambahnya.

Terkait tersangka yang saat ini sudah ditetapkan oleh pihak kepolisian, jumlahnya ada 47 orang. "Dari jumlah ini ada 9 orang yang kita tangguhkan penahanannya karena alasan kemanusiaan, 3 perempuan dewasa, 6 anak-anak. Sedangkan terkait kasus pembakaran di kantor DPRD tersangka ada 9 orang," papar Saud.

Sebelumnya temuan mengejutkan didapatkan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Menurut mereka senjata yang digunakan aparat untuk menembaki demonstran merupakan senapan serbu buatan Rusia, jenis Avtomat Kalashnikova (AK).

Kuat dugaan senapan AK yang digunakan aparat merupakan seri legenda, AK-47 yang memiliki keakuratan menembak, dan tahan di segala medan. Jika terbukti benar, YLBHI menyayangkan pemakaian senjata serbu ini. Pemakaian senjata AK-47 jelas melanggar aturan dan itu tidak sesuai dengan prosedur tetap (Protap) Nomor 1/X/2010 tentang Penanggulangan Tindakan Anarkis terhadap pendemo.

“Polisi dalam kejadian di Bima tidak dalam posisi terancam, warga Bima hanya menggelar aksi demo bukan penyerangan,” tegas Direktur Advokasi YLBHI Abdul Kadir Wokanubun, kemarin.
()
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved