Tuntut RUU Desa, massa ancam rusak kantor Kemendagri

Selasa, 27 Desember 2011 - 12:45 WIB
Tuntut RUU Desa, massa...
Tuntut RUU Desa, massa ancam rusak kantor Kemendagri
A A A
Sindonews.com - Massa yang menamakan diri Parade Nusantara Jawa Timur mendatangi kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ratusan massa tersebut datang untuk bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Massa Parade Nusantara Jawa Timur tersebut datang ke gedung Kemendagri sejak pukul 09.00 WIB. Dari pantauan Sindonews di lapangan, sampai di kantor Kemendagri, massa menyalakan klakson mobil terus menerus. Klakson mobil massa tak dihiraukan, ratusan massa yang semuanya terdiri dari perangkat desa ini mencoba masuk ke dalam area kantor Kemendagri.

Petugas yang menjaga pintu gerbang kantor Kemendagri pun tak bisa menahan keinginan massa untuk masuk ke dalam. Merasa dihalang-halangi, massa mulai merusak gerbang kantor Kemendagri.

Koordinator aksi, Umani mengatakan, dirinya bersama 200 orang massa datang ke Kemendagri untuk menuntut Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa yang dijanjikan enam tahun lalu untuk segera direalisasikan.

“Kami menuntut apa yang dicanangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) enam tahun lalu di Solo. RUU Desa itu hingga kini belum disahkan. RUU tersebut harus segera diselesaikan,” ungkap Umani menjelaskan kepada Sindonews, Selasa (27/12/2011).

Dirinya juga menegaskan, kedatangannya ini untuk bertemu dengan Mendagri. Jika tidak difasilitasi, massa mengancam akan melakukan pengrusakan di kantor Kemendagri. Selain itu, pihaknya juga mengancam akan membawa massa lebih banyak lagi dari seluruh Indonesia.

“Enam tahun lamanya kami dibohongi. Kami ingin bertemu Mendagri. Mendagri tidak boleh menghiraukan kedatangan kami,” ujar Umani mengatakan.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Donny Moenek mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menghubungi perwakilan massa sehari sebelumnya. Dalam hubungan komunikasi itu, pihak Kemendagri mengimbau agar massa Parade Nusantara Jawa Timur tidak datang ke Jakarta.

“Kami sebelumnya sudah melakukan komunikasi lewat telepon kepada pihak Parade Nusantara. Tapi malah datang ke Jakarta,” papar Donny.

Dalam komunikasi tersebut, Kemendagri seperti dikatakan Donny menjelaskan kepada pihak Parade Nusantara bahwa jika nekad datang ke Jakarta, massa tidak akan dihiraukan.

“Ternyata mereka datang. Maka, kami (Kemendagri) harus konsisten dan tidak akan menghiraukan kedatangan massa Parade Nusantara,” tambahnya.(azh)
()
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
1 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
3 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
4 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
5 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
6 jam yang lalu
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved