Tolak kebijakan larangan parkir, warga mogok makan

Jum'at, 23 Desember 2011 - 15:32 WIB
Tolak kebijakan larangan...
Tolak kebijakan larangan parkir, warga mogok makan
A A A
Sindonews.com - Kebijakan larangan parkir di sepanjang Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada menuai protes keras dari warga terutama pedagang dan tukang parkir. Merasa aspirasinya tak digubris pemerintah, mereka menggelar aksi mogok makan di depan Hotel Grand Paragon, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat (23/12/2011).

Aksi mogok makan itu bukan kali pertama mereka lakukan. Aksi serupa juga pernah mereka gelar sebelumnya. Aksi itu dilakukan lima orang yakni, Miswadi, Herman, Dewa, Tono dan Lieuskharisma. Koordinasi aksi Miwasdi mengatakan, aksi itu sebagai ungkapan kekecewaan sekaligus menentang kebijakan larangan parkir oleh pemerintah.

Bisa dibayangkan, akibat larangan itu, ribuan warga kehilangan pekerjaan. Karena mereka sejak lama mengais rejeki di sepanjang Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada itu. Merekapun mendesak, agar Gubernur DKI Jakarta segera mencabut kebijakan larangan parkir itu.

"Kami mendesak agar Gubernur segera mencabut kebijakan itu. Kebijakan itu membuat kami semua resah, karena kami mencari nafkah di sepanjang jalan itu," kata Miswadi.

Yang disesalkan Miswadi, kebijakan larangan parkir dibuat tanpa melibatkan pendapat juru parkir, pedagang, pengusaha yang mencari nafkah di daerah itu. "Kami tidak diajak bicara untuk pemberlakuan kebijakan itu," katanya. Sejak kebijakan itu diberlakukan, sekitar lima ribu pedagang penghasilannya turun.

Apalagi, kata Miswadi, sekitar enam meter lahan yang selama ini digunakan sebagai parkiran ternyata tanah para pemilik gedung yang diberikan sukarela untuk pelebaran jalan dan buka milik pemeritah.

"Ini berarti pemerintah seharusnya tidak berhak melakukan larangan itu, karena tanah itu masih milik para pemilik gedung di daerah Gajah Mada-Hayam wuruk," tandasnya.

Pemberlakuan larangan parkir memang sudah menjadi persoalan pro dan kontra. Beberapa waktu lalu seperti dikutip okezone Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengeluarkan rekomendasi untuk mengkaji ulang terhadap pelaksanaan parkir off street di sepanjang jalan itu.

Namun, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azaz Tigor, secara tegas meminta Pemprov DKI Jakarta untuk tetap melanjutkan kebijakan tersebut. "Penghapusan parkir on street sudah bagus, jangan mundur," tegasnya.

Dengan dihapusnya parkir di badan jalan, menurut Tigor, memberikan dampak ketertiban secara langsung. "Parkir di badan jalan itu menyebabkan kemacetan," terangnya. Tigor meminta agar anggota dewan yang tidak memahami persolana itu untuk melihat kembali UU 20 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Keberadaan parkir di badan jalan atau on street, lanjut Tigor, jelas melanggar hukum karena mengakibatkan kemacetan. Terlebih pengaturan parkir ini merupakan salah satu butir dari rekomendasi 17 Instruksi Wakil Presiden untuk mengatasi kemacetan.

Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Fadjar Panjaitan, menegaskan kebijakan ini harus dilaksanakan. "Dinas Perhubungan sudah melakukan itu, kita berharap berjalan saja dulu," katanya.

Program pemprov DKI untuk mengatasi kemacetan ini menurutnya sudah seharusnya dilanjutkan. Permintaan DPRD untuk mengkaji ulang kebijakan ini menurutnya tidak serta-merta harus menghentikan kebijakannya. "Dikaji ya bisa saja dikaji, tetapi kan tidak harus berhenti," pungkasnya. (lin)




()
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
2 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
4 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
5 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
6 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
7 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved