Tangani Wabah Corona, Bambang Haryo: Menko PMK Harus Lebih Berperan

loading...
Tangani Wabah Corona, Bambang Haryo: Menko PMK Harus Lebih Berperan
Tangani Wabah Corona, Bambang Haryo: Menko PMK Harus Lebih Berperan
SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (PMK) diminta tampil di depan dan memimpin langsung pencegahan dan penanggulangan virus corona (Covid-19) yang mewabah di Tanah Air.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra periode 2014-2019, Bambang Haryo Soekartono menilai Menko PMK Muhadjir Effendy belum dimanfaatkan secara maksimal dalam mencegah dan mengatasi wabah corona. Padahal penanggulangan bencana berada di bawah koordinasinya. (Baca juga: Alur Pengajuan Terlalu Panjang, Daerah Perlu Dipermudah Terapkan PSBB)

“Menko PMK seharusnya aktif memimpin langsung Gugus Tugas Penanganan Covid-19, bukan malah dialihkan kepada Kepala BNPB. Karena mengandung unsur pencegahan terhadap Covid-19. Jangan biarkan Presiden Jokowi menanggung sendiri beban dalam mengatasi wabah Covid-19,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020).

Selaku Menko PMK yang bertanggung jawab pada penanggulangan bencana, koordinasi dengan semua kementerian dan lembaga akan lebih mudah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19. “Wewenang Menko kan lebih besar sehingga bisa berkoordinasi lintas sektoral kementerian dan lembaga. Penanganan Covid-19 jangan diserahkan ke pejabat-pejabat di bawahnya, karena menyangkut keselamatan nyawa publik, tetapi harus dipimpin langsung oleh Menko PMK di tingkat pusat dan kepala daerah di tingkat daerah,” katanya.



Bambang Haryo mengatakan Menko PMK harus lebih gencar mensosialisasikan tentang social distancing atau physical distancing serta upaya meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat melalui edukasi pola hidup sehat dan peningkatan gizi.

Menko PMK juga harus melibatkan menteri terkait, seperti halnya Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) yang harusnya sangat berperan ikut mensosialisasikan pencegahan virus akibat lingkungan yang tidak memadai dan juga masalah seperti physical distancing, disinfektan lingkungan, dan pemanfaatan sinar matahari serta semua tumbuh-tumbuhan dan juga udara yang bersih untuk kesehatan manusia. Tetapi hingga saat ini belum bergerak.

Sedangkan Menteri Pertanian juga diminta segera mendorong produksi komoditas pokok pangan maupun tanaman obat untuk pencegahan virus, seperti kunir, jahe, sirih, brokoli, tomat, kelapa hijau, madu, telur, dan sebagainya dalam jumlah yang sangat besar. Tetapi hingga saat ini banyak komoditas pokok pangan yang kesulitan didapatkan dan berharga mahal.



“Pemerintah harus memproteksi komoditas itu agar harganya murah. Untuk itu, Menteri Perdagangan diminta menjaga keseimbangan supply dan demand, memperkuat peran Satgas pangan dan obat-obatan yang selalu terus bergerak untuk memberantas kartelisasi dari spekulan yang sekarang marak di negara kita mengakibatkan tidak terjangkaunya daya beli di masyarakat,” jelas Bambang Haryo.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top