Tunggu Kajian Ekonomi, Larangan Bus Keluar Masuk Jakarta Ditunda

Senin, 30 Maret 2020 - 17:35 WIB
Tunggu Kajian Ekonomi,...
Tunggu Kajian Ekonomi, Larangan Bus Keluar Masuk Jakarta Ditunda
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan larangan operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP), dan bus pariwisata dengan asal dan tujuan Jakarta ditunda terlebih dahulu.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, sesuai arahan dari Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perhubungan (Menhub) bahwa pelarangan operasional bus ditunda dulu pelaksanaannya sambil menunggu kajian dampak ekonomi secara keseluruhan seperti yang menjadi arahan presiden pada rapat terbatas, Senin (30/3/2020) pagi.

"Kajiannya dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait tentunya berkoordinasi dengan pemerintah daerah," kata Adita, Senin (30/3/2020). (Baca juga: DKI Larang Bus AKAP Keluar Masuk Jakarta)

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, untuk pelarangan bus AKAP dari dan ke wilayah Jakarta belum bisa dilaksanakan mengingat sampai saat ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) belum mengeluarkan surat pemberhentian layanan angkutan umum dari dan ke Jabodetabek.

Sesuai konferensi melalui video pada Minggu (29/3/2020) pukul 14.30 WIB disepakati penutupan layanan bus AKAP dari dan ke Jabodetabek mulai hari ini pukul 18.00 WIB dan akan diterbitkan surat oleh BPTJ. "Namun, sampai saat ini suratnya belum terbit dan kami masih menunggu suratnya," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, surat perihal penghentian layanan bus AKAP, AJAP, dan bus pariwisata milik Dishub DKI Jakarta telah beredar. Dalam surat tersebut, penghentian layanan berlaku pada Senin (30/3) mulai pukul 18.00 WIB. (Baca juga: Larangan Bus Keluar Masuk Jakarta, Kadishub: Sore Ini Kita Tinjau Terminal Pulogebang)
(jon)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
54 menit yang lalu
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
12 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
14 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
19 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
20 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
22 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved