alexametrics

Sopir dan Warga dari Luar Polman Protes Penutupan Wilayah karena Corona

loading...
A+ A-
POLEWALI MANDAR - Mencegah merebaknya virus Corona yang kian mengkhawatirkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melakukan pembatasan pergerakan orang yang melintas dengan menutup perbatasan masuk Sulawesi Barat di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sabtu malam (28/3/2020). Sayangnya penutupan akses masuk wilayah (lockdown lokal) mendapat protes dari ratusan sopir dari luar kota.

Keributan bahkan terjadi dan meminta petugas untuk membuka jalan dan mengizinkan mereka masuk untuk melintas . Adu mulut antara sopir dengan petugas dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tak terhindarkan lagi. (Baca: Tangani Corona, Bupati Tabanan Perluas Lokasi RS Rujukan)

Ratusan sopir dan warga dari luar kota ini tak terima jika jalan ditutup dan memaksa masuk ke wilayah Sulawesi Barat. Alasan mereka kelaparan karena tak bisa melanjutkan perjalanan.



Kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penanganan Gugus Tugas Pencegahan COVID 19 Polewali Mandar Andi Afandi mengaku penanganan penyebaran Corona virus atau COVID 19 dibutuhkan keseriusan.

“Dimana salah satunya adalah dengan melakukan pembatasan pergerakan orang khususnya dari wilayah zona merah yang terpapar COVID 19,” kata dia.

Menurut dia, sistim pembatasan kendaran dan pendatang dari luar kota ini sendiri dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya COVID 19 masuk ke wilayah Polman.

Untuk menghindari keributan akhirnya petugas dari Gugus Tugas Penangan COVID-19 Kabupaten Polewali Mandar pun terapaksa mengizinkan seluruh kendaran masuk dengan dilakukan pemeriksaan ketat dan penyemprotan disinfektan.

“Penerapan aturan lockdown local. Dimana penutupan jalan pada pukul 22.00 hingga pukul 06.00 pagi ditutup full dan hanya mengizinkan truk BBM dan sembako yang bisa melintas.
Sedangkan pada pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam seluruh kendaran dan orang bisa melintas namun harus melewati pemeriksaa ketat seperti pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan ,”paparnya.

Aturan membatasi ruang gerak bagi setiap pendatang ini, kata dia, sendiri tak lain setelah kian hari penyebaran virus Corona makin mengkhawatirkan.

“Saat ini wilayah Sulawesi Barat belum ditekukan kasus positif terjangkit Corona dan hanya terdapat lebih dari 200 orang masuk dalam ODP,” tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top