Putus Mata Rantai Corona, Anggota DPR Dorong Kebijakan Lockdown di Jabodetabek

Sabtu, 28 Maret 2020 - 20:11 WIB
Putus Mata Rantai Corona,...
Putus Mata Rantai Corona, Anggota DPR Dorong Kebijakan Lockdown di Jabodetabek
A A A
JAKARTA - DPR mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan lockdown di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Ini dilakukan untuk memutus mata rantai virus Corona.

Anggota DPR Ahmad Sahroni mengatakan, sudah saatnya pemerintah mengambil langkah yang preventif dan segera dilaksanakan. yaitu dengan mengambi langkah lockdown terutama wilayah Jabodetabek.“Berkali-kali saya sudah sarankan dan refrensikan untuk menanggulangi wabah Covid-19 ini yaitu dengan mengambil langkah lockdown, terutama untuk wilayah Jabodetabek dengan kasus positif Covid-19 terbanyak dan memiliki tingkat mobilitas orang dan interaksi sosial yang tinggi,” kata Sahroni kepada wartawan Sabtu (28/3/2020).

Menurut dia, mengambil langkah lockdown memang bukan hal yang mudah, karena akan memberikan pukulan berat terhadap perekonomian di Indonesia. Namun Sahroni menyampaikan bahwa saat ini yang terpenting adalah merelakan laju perekonomian sejenak demi memutus mata rantai virus sebelum terlambat.

“Sekarang yang utama adalah bagaimana kita menyalamatkan nyawa bangsa dengan memutus mata rantai virus, yaitu dengan segera melakukan lockdown. Karena jika tidak maka akan terjadinya financial and human crisis secara bersamaan,” ujarnya.

Selain itu, Sahroni melanjutkan, dalam melakukan lockdown harus dilakukan persiapan yang baik dan matang. Sehingga ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan Pemerintah pada saat pelaksanaan lockdown agar tidak terjadinya kerusuhan dan terlaksana dengan baik yaitu,
supermarket dan apotik harus tetap di buka seperti yang dilakukan negara lain, namun harus adanya pembatasan waktu buka seperti tiga hari sekali dan tetap melakukan pembatasan jumlah pembeli dan diutamakan untuk lansia maupun wanita yang sedang hamil.

"Bagi masyarakat yang tidak mampu mengisi kebutuhan mereka pada saat lockdown, pemerintah harus siap dalam melakukan suplai makanan maupun kebutuhan pokok . Hal tersebut bisa dilakukan dengan melakukan pendistribusian makanan dan kebutuhan pokok secara langsung ke rumah warga yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, diperbanyaknya hotline Covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan satu wilayah satu hotline, sehingga tidak ada lagi yang kesulitan untuk menghubungi tenaga medis untuk meminta pertolongan maupun ambulans."Demi menjaga kerusuhan ataupun penjarahan yang kemungkinan dapat terjadi, Pemerintah harus menyiapkan segala protokol yang dibutuhkan. Hal tersebut dapat dilakukan, dengan menurunkan Polri/TNI untuk melakukan patroli. Patroli tersebut dapat dilakukan dengan sekala per-kecamatan agar lebih terawasi," tuturnya.

Sahroni menuturkan, adanya tindakan tegas, yaitu, masyarakat tidak boleh ada di luar rumah kecuali mereka punya dokumen yang bisa dijadikan bukti urgensi atau special case seperti membutuhkan ke rumah sakit ataupun obat-obatan. Jika mereka keluar rumah tanpa special case maka aparat harus segera menindak lanjut hal tersebut.

"Selain itu, dalam masa lockdown tetap di laksanakanya rapid test. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menurunkan sejumlah tenaga medis yang akan mendatangi rumah-rumah warga setiap harinya," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
19 menit yang lalu
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
5 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
5 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
5 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
5 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved