1 Pekerja Positif Corona, Proyek Bintaro Jaya Xchange Tahap 2 Dihentikan

Senin, 23 Maret 2020 - 13:17 WIB
1 Pekerja Positif Corona,...
1 Pekerja Positif Corona, Proyek Bintaro Jaya Xchange Tahap 2 Dihentikan
A A A
TANGERANG SELATAN - Seorang pekerja proyek Bintaro Jaya Xchange, di Jalan Lingkar Jaya, Pondok Aren, dilaporkan positif Corona. Alhasil, proyek pembangunan tahap dua pun dihentikan.

Informasi ini terungkap berdasarkan surat bernomor 185/JK/BXC2/1214/EXT/III/2020 tentang laporan kasus positif Covid-19 yang dibuat PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan, pada 21 Maret 2020.
Pekerja itu diketahui bernama SR, warga Depok, Jawa Barat. Saat ini, SR didalam penanganan RS Fatmawati.

Manager Event and Promosi Bintaro Jaya Xchange Mall, Noni Dewantini membenarkan adanya informasi itu. Pihaknya pun telah melakukan penanganan terhadap lokasi para pekerja proyek melakukan pembangunan.

"Pihak Bintaro Jaya Xchange Mall sudah mengonfirmasi kembali ke pihak proyek BXc 2, bahwa telah dilakukan penanganan terhadap lokasi," kata Noni, kepada SINDOnews di Bintaro Jaya, Senin (23/3/2020).

Dilanjutkan dia, pola penanganan dilakukan dengan cara mensterilkan lokasi bekerja atau bedeng, dan lokasi proyek BXc 2 selama 14 hari ke depan dan penyemprotan disinfektan di area bedeng dan proyek pembangunan. (Baca: 184 Orang di Tangsel Diawasi, 4 Meninggal Dunia karena Corona)

"Adapun akses menuju proyek BXc 2 adalah terpisah dengan akses yang diperuntukkan bagi para pengunjung mal dan karyawan Bintaro Jaya Xchange Mall," ujar Noni.

Sehingga, pihaknya berharap tidak akan ada kepanikan dari para pengunjung mal. Apalagi, mal tetap buka seperti biasa, meski mengalami perubahan jadwal operasional, mulai jam 11 siang sampai 20-21 malam.

"Bintaro Jaya Xchange Mall akan selalu berusaha memberikan pelayanan optimal dan pembersihan di area mal dengan seksama untuk menjamin kenyamanan pengunjung. Stay healthy and hygiene!," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Proyek Bintaro Jaya Xchange Tahap 2, Jozef Dharmapranata mengatakan, sebelum positif Corona, SR bekerja lembur sampai 13 Maret 2020."Jadi, dari tanggal 13 Maret itu, dia sudah tidak bekerja dan pulang ke rumahnya di Depok. Pada 14 Maret, berobat ke klinik di Depok sampai tiga hari ke depan. Dia didiagnosa menderita demam berdarah," ujarnya.

Selama berobat di rumah, Slamet bolak balik ke klinik dan rumah sakit. Namun, tidak disarankan untuk dirawat inap. Pada 20 Maret 2020, SR mengeluh sesak napas.

"Dia lalu dibawa ke RS Permata Depok. Kemudian, dirujuk ke RS Fatmawati dan langsung dimasukkan ke ruang IGD isolasi. Jam 11 malam, positif Corona. Mulai 14 hari ke depan, proyek dihentikan sementara," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
2 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
3 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
3 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
4 jam yang lalu
Infografis
Menang 2-1 atas Kamboja,...
Menang 2-1 atas Kamboja, Timnas Indonesia Juara Grup A
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved