Dokter RS Premiere Bintaro Meninggal Terkena Corona

Minggu, 22 Maret 2020 - 19:23 WIB
Dokter RS Premiere Bintaro...
Dokter RS Premiere Bintaro Meninggal Terkena Corona
A A A
TANGERANG - Duka mendalam dialami pihak Rumah Sakit (RS) Premiere Bintaro, setelah salah seorang dokter terbaiknya, dr. Hadio Ali Khazatsin meninggal karena tertular virus Corona atau Covid-19 .

Salah satu dokter spesialis syaraf terbaik ini, menghembuskan napas terakhirnya di RSUP Persahabatan, pada Sabtu 21 Maret 2020. Sebelum meninggal, dr Hadio bertugas merawat sejumlah pasien Corona.

Kabar ini dibenarkan oleh Marketing Manager RS Premier Bintaro M. Pringgondani. Namun, kata dia, dr Hadio tidak punya riwayat merawat pasien Corona dan dari luar negeri. (Baca juga: Innalillahi Korban Corona Bertambah, 514 Positif, 29 Sembuh dan 48 Meninggal )

"Iya mas, beliau wafat. Mohon doanya ya. Tapi belum tahu mas, tertularnya di mana. Almarhum si enggak dari luar negeri dan enggak punya riwayat merawat pasien Covid," kata Dani kepada SINDOnews, Minggu (22/3/2020).

Saat ditegaskan terkait kabar yang beredar, bahwa dr Hadio merawat sejumlah pasien Corona, Dani kembali membantah. Dia menegaskan, hal itu tidak benar. Hadio tidak pernah merawat pasien positif Corona.

"Enggak mas, enggak merawat Corona. Mungkin terpapar dari pasiennya juga. Mungkin ada pasiennya yang carrier, membawa virus dan almarhum tertular virusnya," sambung dia.

Saat mengetahui dr Hadio mengalami gejala Corona, pihak RSP Bintaro pun langsung merujuknya ke RS Persahabatan agar cepat mendapatkan pertolongan medis. Tapi nasib berkata lain, dr Hadio akhirnya meninggal. (Baca juga: Cegah Penularan Corona, Transjakarta Kurangi Jam Operasional )

"Saat ada gejala Covid, akhirnya kita rujuk ke RS Persahabatan. Ya mas, RS Premier yang merujuk. Enggak gampang. Sekarang mereka full terus. Rebutan kamar," sambung Dani lagi.

Diakui Dani, RSP Bintaro memiliki sejumlah pasien suspect Corona. Pasien itu kemudian dirujuk ke sejumlah RS pemerintah, seperti RSPAD, Persahabatan, dan Sulianti Saroso. (Baca juga: Darurat Corona, Pemerintah Berharap Swasta Bantu Pengadaan Masker dan APD )

"Suspect Covid ada beberapa yang sedang kami tangani dan nanti kami rujuk. Belum terhitung. Semua masih suspect Covid. Hampir disemua RS pasti sekarang merawat orang yang suspect Covid," kata Dani.
(mhd)
Berita Terkait
Ikatan Ahli Kesehatan...
Ikatan Ahli Kesehatan Sebut Protokol Kesehatan Tak Berjalan di Masyarakat
Kesehatan Masyarakat...
Kesehatan Masyarakat yang Jalani Isolasi Mandiri Tetap Terus Dipantau
Pandemi COVID-19 Picu...
Pandemi COVID-19 Picu Masalah Kesehatan Mental Masyarakat
Pentingnya Istirahat...
Pentingnya Istirahat Cukup Selama Pandemi Virus Corona
Dua Tokoh Superhero...
Dua Tokoh Superhero Sosialisasikan Bahaya Virus Corona
Kesadaran Masyarakat...
Kesadaran Masyarakat Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19 Masih Rendah
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved