Dosen ITS Kembangkan Sensor Optik untuk Ukur Kecepatan Aliran Darah

Kamis, 27 Februari 2020 - 16:55 WIB
Dosen ITS Kembangkan...
Dosen ITS Kembangkan Sensor Optik untuk Ukur Kecepatan Aliran Darah
A A A
SURABAYA - Pengembangan alat medis yang lebih efisien dan akurat bisa membantu para pasien di rumah sakit. Untuk memenuhi perkembangan teknologi, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sensor optik untuk mengukur kecepatan aliran darah.

Profesor Dr rer nat Agus Rubiyanto MEngSc yang juga Guru Besar Departemen Fisika ITS mengatakan, penelitiannya bermula ketika melihat aliran darah adalah salah satu faktor penting dalam memonitoring kesehatan.

Banyak jenis penyakit yang dipengaruhi oleh kondisi aliran darah seseorang. “Karenanya perlu adanya pengembangan alat kesehatan untuk mendukung pengukuran aliran darah tersebut,” kata Prof Ruby, Kamis (27/2/2020).

Ia melanjutkan, penelitiannya bermaksud mengembangkan sensor self-mixing interferometer sebagai sensor pengukur aliran darah yang dapat diterapkan di dunia kesehatan. Sensor self-mixing interferometer merupakan suatu sensor optik yang telah banyak dikembangkan oleh ilmuan dalam beberapa teknologi industry dan penelitian.

"Saya melihat, bahwa sensor self-mixing interferometer ini juga berpotensi untuk dikembangkan dalam teknologi kesehatan," ungkapnya.

Kepala Pusat Penelitian Sains Fundamental ITS ini menambahkan, self-mixing interferometer sendiri merupakan suatu sensor optik di mana cahaya di dalam sensor tersebut dapat berinterpresensi dengan sesamanya. Berbeda dengan interferometer konvensional, sinyal self-mixing interferometer dapat dipantulkan sendiri di dalam rongga laser.

“Kekuatan gelombang termodulasi dari self-mixing interferometer ini dapat digunakan untuk memperkirakan kecepatan target, yang dalam penelitian ini yakni aliran darah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapinya dalam mengembangkan penelitian tersebut adalah bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sensor optik masih tidak banyak ditemui di Indonesia, seperti sensor self-mixing interferometer sendiri bisa ditemui di Eropa.

“Selain itu, kita juga perlu melakukan pemrograman arduino untuk menghubungkan sensor dengan konsep medis mengenai pengukuran aliran darah,” jelasnya.

Alumnus Universitas Paderborn ini menyatakan, untuk menyelesaikan penelitiannya dibutuhkan waktu dan usaha yang maksimal. Selama dua tahun penelitian ini, Ruby dan beberapa mahasiswa magisternya terus mengembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Penelitian ini memang tidak mudah, selain komponennya yang detail juga dibutuhkan sinkronisasi dengan aliran darah dan anatomi tubuh manusia,” katanya.

Dosen asli Surabaya ini menyebutkan, alat pengukur darah yang menggunakan sensor optik ini akan memiliki kelebihan dibandingkan dengan alat pengukur darah konvensional. Sensor optik ini dapat mengukur aliran darah pasien tanpa menyentuh pasien, sehingga dalam aplikasinya akan membuat pasien lebih nyaman.
(zil)
Berita Terkait
Mahasiswa Teknik ITS...
Mahasiswa Teknik ITS Wakili Indonesia di AFMAM Plus Japan
Eduly, Platform Donasi...
Eduly, Platform Donasi Kebutuhan Sekolah Gagasan Mahasiswa ITS
Mengharukan, Ibu Ini...
Mengharukan, Ibu Ini Wakili Wisuda Mendiang Putranya yang Raih Sarjana Teknik ITS
Kisah Si Kembar Risyad...
Kisah Si Kembar Risyad dan Rasyid, Lulus Bersama dari ITS Mengejar Mimpi di Dunia Teknologi
ITS Terima 2.363 Mahasiswa...
ITS Terima 2.363 Mahasiswa Baru Lewat Jalur SNBT 2025
Bikin Bangga, Tim Mahasiswa...
Bikin Bangga, Tim Mahasiswa ITS Berjaya di Kompetisi Desain Feri Internasional
Berita Terkini
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
45 menit yang lalu
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
1 jam yang lalu
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
1 jam yang lalu
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
2 jam yang lalu
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
2 jam yang lalu
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
3 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved