Monas Direstui Jadi Sirkuit Formula E, Anies Minta Penjelasan Jokowi
Senin, 10 Februari 2020 - 22:00 WIB
Monas Direstui Jadi Sirkuit Formula E, Anies Minta Penjelasan Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga saat ini belum mengambil sikap pasca diperbolehkannya kegiatan balapan mobil listrik, Formula E , digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Meski demikian, pengerjaan infrastruktur tetap sesuai jadwal yakni target rampung sebelum 6 Juni 2020.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu arahan Gubernur Anies Baswedan yang akan bertemu dulu dengan Presiden Joko Widodo perihal persetujuan Formula E di Monas.
"Kan ada beberapa catatan. Nah, nanti pak gubernur mau minta penjelasan catatan itu kira-kira apa saja," ujar Hari Nugroho saat dihubungi, Senin (10/2/2020). (Baca juga: Teka-teki Arena Formula E Terjawab, Pusat Restui DKI Gelar di Lokasi Ini)
Hari menjelaskan, sejauh ini ada dua pilihan lokasi pelaksanaan Dormula E. Pertama di kawasan Monas, dan kedua di area Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Meskipun belum diputuskan, semua pengerjaan infrastruktur tetap on schedule, yakni selesai sebelum 6 Juni mendatang.
Sebab, lanjut Hari, layer aspal dalam kegiatan anggaran tidak dituliskan khusus untuk Formula E. Sehingga bisa digunakan kapanpun untuk kegiatan lain. "Enggak ada masalah, pekerjaan itu enggak ada masalah, masih on the track. Jadi mau di GBK, mau di Monas, masih on the track, bahwasanya Juni itu tetap selesai," bebernya.
Terkait kawasan Cagar budaya yang harus diperhatikan, Hari menyebut pengerjaan proyek infrastruktur melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang sudah memberi pendapat bagaimana pelaksanaan Formula E tidak menggangu cagar budaya yang ada. (Baca juga: Formula E Dilarang Melintasi Monas, DKI Cari Rute Baru)
"Pokoknya intinya kalau cobblestone dibongkar seperti apa, enggak dibongkar seperti apa, kita sudah punya desain. Dilapisi ataupun dibongkar sudah punya desain," pungkasnya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu arahan Gubernur Anies Baswedan yang akan bertemu dulu dengan Presiden Joko Widodo perihal persetujuan Formula E di Monas.
"Kan ada beberapa catatan. Nah, nanti pak gubernur mau minta penjelasan catatan itu kira-kira apa saja," ujar Hari Nugroho saat dihubungi, Senin (10/2/2020). (Baca juga: Teka-teki Arena Formula E Terjawab, Pusat Restui DKI Gelar di Lokasi Ini)
Hari menjelaskan, sejauh ini ada dua pilihan lokasi pelaksanaan Dormula E. Pertama di kawasan Monas, dan kedua di area Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Meskipun belum diputuskan, semua pengerjaan infrastruktur tetap on schedule, yakni selesai sebelum 6 Juni mendatang.
Sebab, lanjut Hari, layer aspal dalam kegiatan anggaran tidak dituliskan khusus untuk Formula E. Sehingga bisa digunakan kapanpun untuk kegiatan lain. "Enggak ada masalah, pekerjaan itu enggak ada masalah, masih on the track. Jadi mau di GBK, mau di Monas, masih on the track, bahwasanya Juni itu tetap selesai," bebernya.
Terkait kawasan Cagar budaya yang harus diperhatikan, Hari menyebut pengerjaan proyek infrastruktur melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang sudah memberi pendapat bagaimana pelaksanaan Formula E tidak menggangu cagar budaya yang ada. (Baca juga: Formula E Dilarang Melintasi Monas, DKI Cari Rute Baru)
"Pokoknya intinya kalau cobblestone dibongkar seperti apa, enggak dibongkar seperti apa, kita sudah punya desain. Dilapisi ataupun dibongkar sudah punya desain," pungkasnya.
(thm)