Jadi Tempat Parkir Liar, Anggaran Puluhan Miliar Mubazir di Jalur Sepeda

Kamis, 06 Februari 2020 - 09:06 WIB
Jadi Tempat Parkir Liar,...
Jadi Tempat Parkir Liar, Anggaran Puluhan Miliar Mubazir di Jalur Sepeda
A A A
JAKARTA - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat jalur sepeda di sejumlah ruas jalan Ibu Kota dinilai tidak efektif. Selain jarang peminat karena membahayakan, banyak jalur sepeda yang dijadikan tempat parkir. Pengawasan juga lemah sehingga proyek yang menghabiskan anggaran Rp62 miliar itu sangat mubazir.

Jalur sepeda di depan RST arakan, Jakarta Pusat misalnya beralih fungsi menjadi pangkalan bajaj. Antrean bajaj tampak mengular di sisi jalan sambil menunggu penumpang. Jalur sepeda dijadikan lahan parkir juga terlihat di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Terlebih pada malam hari, jalur sepeda sepanjang satu kilometer itu nyaris dikuasai kendaraan roda empat.

Keberadaan jalur sepeda di Jalan Puri Kembangan, Kembangan, Jakarta Barat malah membahayakan. KORANSINDO menjajal jalur sepeda di kawasan itu saat sore hari dari kantor Wali Kota Jakarta Barat hingga Puri Kembangan dan memutar kembali. Kondisi sepanjang jalan itu tak nyaman, bahkan membahayakan.

Sepeda motor dan mobil nyaris menguasai jalur tersebut sehingga sangat tidak nyaman. Jalur tersebut juga sepi peminatnya. Hampir satu jam menunggu tak ada satu pun pesepeda yang melintas. “Sangat disayangkan, jalur sepeda yang menghabiskan dana puluhan miliar tak bermanfaat alias mubazir,” ujar Rahmat (45), warga Kembangan, Jakarta Barat. (Baca: Transportasi Belum Terintegrasi, Jalur Sepeda Dinilai Tak Efektif)

Satu di antara jalur sepeda yang terlihat terbengkalai juga ada di Jalan Raya RS Fatmawati yang terlihat sepi peminat. Walaupun ada cone pembatas, namun tidak ada sepeda yang melintas. “Setiap hari memang dikasih pembatas, tapi tidak ada yang lewat,” kata Abdi, penjaga warung yang berada di sekitar lokasi.

Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai, jalur sepeda tidak efektif dan sangat membahayakan karena bercampur dengan kendaraan lain sehingga tidak memberi jaminan keselamatan. Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, jalur sepeda itu efektif apabila angkutan umumnya sudah saling terintegrasi sehingga sepeda hanya menjadi instrumen transportasi yang melengkapi moda angkutan umum baik awal ataupun akhir perjalanan.

Saat ini, kata dia, jalur sepeda yang ada tidak dibarengi dengan peningkatan layanan angkutan umum yang saling terintegrasi. Akibatnya, masyarakat enggan menggunakan sepeda. “Banyak masyarakat yang meminta agar jalur sepeda bisa digunakan kendaraan bermotor lantaran tidak ada pesepeda," kata Yuke.

Menurut dia, faktor keamanan dan keselamatan pesepeda belum terjamin di jalur sepeda yang menyatu dengan jalan raya saat ini. Hanya menggunakan pembatas crown pengguna kendaraan berpeluang menyenggol pesepeda. “Jalur Transjakarta saja yang dibatasi barikade beton itu sering ditabrak. Apalagi hanya pakai cone,” jelas dia.

Terjadi Peningkatan

Fakta sebaliknya disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Dia mengklaim terjadi peningkatan pengendara sepeda. Tak tanggung-tanggung, peningkatan terjadi hingga 500% pasca ada jalur sepeda yang disediakan sepanjang 63 kilo meter. “Hal itu berdasarkan hasil survei yang di lakukan Dinas Perhubungan bersama Institut Transportasi Development Program (ITDP), peningkatan di jalur sepeda terjadi hingga 500,” ujar Syafrin.

Dia mencontohkan, di jalur sepeda di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur yang dari tadinya empat sepeda perjam yang melintas naik menjadi lima kali lipat. Begitu juga di jalur sepeda Sudirman-Thamrin yang kini hampir dipenuhi setiap pagi oleh pesepeda. “Hasil evaluasi kita dari jalur sepeda yang disiapkan sepanjang 63 kilo meter, masyarakat mulai terbiasa menggunakan sepeda dalam bermobilitas,” kata dia. (Baca juga: Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Jalur Sepeda)

Peningkatan pengguna jalur sepeda juga dilakukan para komunitas pesepeda di Jakarta. Khususnya komunikasi masyarakat pekerja pengguna sepeda atau bike to work. “Kebiasaan warga Jakarta yang dahulu kemana-mana bawa sepeda kini muncul setelah adanya jalur sepeda,” pungkas dia.

Menurut Syafrin, ke depan pihaknya akan menambah panjang jalur sepeda dari 63 kilo meter menjadi 137 kilometer tahun ini. Fokus pembangunannya dari perumahan menuju moda transportasi massal lain nya. “Dengan adanya jalur sepeda yang terintegrasi tersebut, kami harapkan masyarakat bisa menjadikan sepeda sebagai moda transportasi pengumpan dan pengganti moda transportasi yang biasa digunakan,” tandas dia.

Syafrin menjelaskan, jalur sepeda itu akan tetap berada di bahu jalan, namun akan dibuat khusus agar tidak ada pengguna kendaraan lain menerobos jalur sepeda. Satu di antaranya menggunakan pembatas crime ataupun sebagainya. “Dalam Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur bahwa pengguna kendaraan wajib menghormati pengguna sepeda dan pejalan kaki. Kita akan ubah kebiasaan itu,” tambah dia.
(ysw)
Berita Terkait
Jalur Sepeda Dijadikan...
Jalur Sepeda Dijadikan Lahan Parkir, Dishub DKI Akan Koordinasi dengan Polisi
Belasan Motor Parkir...
Belasan Motor Parkir di Trotoar dan Jalur Sepeda Senopati Jaksel Diangkut
Hari Minggu Ini, Pemprov...
Hari Minggu Ini, Pemprov DKI Sediakan 30 Kawasan Khusus Pesepeda
Preman Berkedok Tukang...
Preman Berkedok Tukang Parkir Marak, DPRD Sentil Pemprov Jakarta
Kritik Pembongkaran...
Kritik Pembongkaran Jalur Sepeda, Pengamat: Negara Beradab Pasti Ada Jalur Khusus Sepeda
Pemprov DKI Bakal Tindak...
Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Jukir Minimarket yang Memaksa Minta Uang
Berita Terkini
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
3 menit yang lalu
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
37 menit yang lalu
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
1 jam yang lalu
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
1 jam yang lalu
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
1 jam yang lalu
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
2 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved