Pangkas 190 Pohon di Monas, DKI Ganti 300 Tanaman
Selasa, 04 Februari 2020 - 15:05 WIB
Pangkas 190 Pohon di Monas, DKI Ganti 300 Tanaman
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui telah memangkas 191 pohon pada revitalisasi sisi selatan kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebagai kompensasi, DKI kembali tanam 300 pohon di kawasan Monas.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan terkait pohon di kawasan Monas. Berdasarkan laporannya, ada pohon yang dipindahkan dan juga ada yang dipangkas karena tidak bisa dihindari dari revitalisasi.
"55 pohon dipindahkan ke sisi barat dan 30 ke sisi timur. Ternyata saat kita rapatkan ada 191 pohon yang ditebang," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Saefullah menjelaskan dalam aturan, setiap satu pohon itu harus diganti tiga pohon atau satu banding tiga. Hal itu sesuai rumus yang diinginkan pemerintah. Sedangkan yang diinginkan masyarakat 1 banding 10. Untuk itu, sejak Minggu 2 Februari 2020, pihaknya telah menanam 300 lebih di kawasan Monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti.
"Jadi nebang pohon itu bukan pohon di surga, ini pohon di dunia kalau ditebang harus diganti. Iya kopensasi sudah ada dari aturan," pungkasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan terkait pohon di kawasan Monas. Berdasarkan laporannya, ada pohon yang dipindahkan dan juga ada yang dipangkas karena tidak bisa dihindari dari revitalisasi.
"55 pohon dipindahkan ke sisi barat dan 30 ke sisi timur. Ternyata saat kita rapatkan ada 191 pohon yang ditebang," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Saefullah menjelaskan dalam aturan, setiap satu pohon itu harus diganti tiga pohon atau satu banding tiga. Hal itu sesuai rumus yang diinginkan pemerintah. Sedangkan yang diinginkan masyarakat 1 banding 10. Untuk itu, sejak Minggu 2 Februari 2020, pihaknya telah menanam 300 lebih di kawasan Monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti.
"Jadi nebang pohon itu bukan pohon di surga, ini pohon di dunia kalau ditebang harus diganti. Iya kopensasi sudah ada dari aturan," pungkasnya.
(mhd)