Waspadai Penularan Virus Corona, Pemprov Jabar Keluarkan Imbauan

loading...
Waspadai Penularan Virus Corona, Pemprov Jabar Keluarkan Imbauan
Waspadai Penularan Virus Corona, Pemprov Jabar Keluarkan Imbauan
BANDUNG - Kepala Dinkes Jawa Barat (Jabar), Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan Pemprov Jabar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar mengeluarkan imbauan untuk mewaspadai penularan virus corona (2019-nCov). Pasalnya, karakteristik Provinsi Jabar sebagai destinasi wisata pavorit berpotensi terpapar berbagai macam virus, termasuk virus corona (2019-nCoV).

Terlebih, selama ini, Jabar juga menjadi destinasi favorit bagi wisatawan asing seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand. Diketahui, kelima negara ini sudah terpapar Corona, ditambah Taiwan, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Selain itu, kata Berli, Jabar juga menjadi lokasi proyek kereta api cepat Bandung-Jakarta dimana banyak pekerja berasal dari China yang merupakan negara asal virus ini. Meski begitu, Berli mengimbau warga Jabar tidak panik sambil tetap waspada dan mengurangi risiko penularan virus melalui langkah-langkah responsif dan cepat.

Menurut Berli, Komite Emergensi International Health Regulation (IHR) pada Kamis 23 Januari 2020 menyatakan bahwa pneumonia akibat Coronavirus bukan keadaan yang membahayakan kesehatan manusia. Namun demikian, kewaspadaan dan upaya pencegahan tetap diperlukan.



"Sampai dengan tanggal 23 Januari belum ditemukan ada penderita pneumonia terkonfirmasi akibat Novel Coronavirus. Tapi Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan edaran kepada setiap pemda (pemerintah daerah), agar meningkatkan kewaspadaan," ujar Berli di Bandung, Jumat (24/1/2020).

Berli mengimbau, jika memiliki riwayat perjalanan dan kontak dengan orang yang bepergian ke wilayah China (Wuhan) atau negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari dan mengalami demam di atas 38 derajat, batuk, sulit bernapas, segera kunjungi rumah sakit atau puskesmas terdekat. "Jangan tunggu besok lagi," tegas Berli.

Kedua, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit. Ketiga, sering mencuci tangan dengan air sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol. Keempat, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu ketika batuk dan bersin.



"Jangan lupa segera buang tisu dan cuci tangan," ucapnya.

Keempat, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk serta menggunakan masker apabila menderita gangguan pernapasan atau batuk. "Terakhir, berhati-hati dalam mengonsumsi produk hewani mentah atau setengah matang untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga telah melakukan tiga hal penting. Pertama, koordinasi dan pemberian informasi antarsektor terkait laporan dan penanganan kasus suspek pneumonia akibat novel coronavirus.

Kedua, membuat surat edaran kewaspadaan kepada rumah sakit, puskesmas, dan klinik untuk meningkatkan kewaspadaan, penanganan, dan rujukan dalam penanganan kemungkinan pasien novel coronavirus. "Kami juga memberikan informasi seterang mungkin dan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk di media sosial," tutupnya.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top