Anies Canangkan Integrasi MRT dengan Transjakarta Koridor 13

Rabu, 22 Januari 2020 - 16:18 WIB
Anies Canangkan Integrasi...
Anies Canangkan Integrasi MRT dengan Transjakarta Koridor 13
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan melakukan pencanangan pembangunan fasilitas integrasi Halte Transjakarta CSW dan Stasiun MRT ASEAN di simpang Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/1/2020) pagi. Fasilitas integrasi yang disebut Cakra Selaras Wahana ini merupakan buah karya Biro Studio Lawang untuk mengintegrasikan koridor 1 dan 13 Transjakarta dengan MRT Jakarta.

"Bangunan yang ada di belakang sana (Halte CSW Transjakarta) dan bangunan ini (Stasiun MRT Asean), dua-duanya adalah salah satu simbol kemajuan transportasi umum di Jakarta. MRT dan BRT. Keduanya menjadi kebanggaan bagi Jakarta. Tapi, selama ini, perencanaan dan pembangunannya tidak memasukkan satu kata, yaitu integrasi. Sehingga ketika dibangun, dia bekerja sebagai unit sendiri-sendiri, padahal keduanya ada dalam satu badan yang sama, yaitu BUMD," ungkap Anies dalam sambutannya, Rabu (22/1/2020).

Anies menekankan integrasi antarmoda harus menjadi kata kunci dalam menjawab setiap tantangan pembangunan sarana transportasi publik. Dia melanjutkan, Halte Transjakarta CSW dan Stasiun MRT Asean dapat menjadi pelajaran agar pembangunan tidak boleh berjalan masing-masing, melainkan sebagai satu kesatuan, apalagi BRT dan MRT merupakan BUMD yang berkoordinasi dan berkolaborasi bersama dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Dan tempat ini Insya Allah nanti menjadi sejarah, artinya tidak lagi seperti ini, tetapi menjadi satu kesatuan. Ketika ini sudah terintegrasi, maka mindset warga Jakarta akan sudah mulai berubah. Karena menyadari bahwa kendaraan umum itu bukan satu moda. Tetapi kendaraan umum itu adalah seluruh moda. Naik Transjakarta bisa pindah ke MRT, KRL, ke mana saja. Sehingga, yang namanya transportasi publik itu satu kesatuan. Hari ini kita sering melihat transportasi publik sebagai satu moda dan moda lainnya," ujar Anies.

Integrasi antarmoda transportasi umum massal ini dalam bentuk Hub, dengan tujuan utama menghubungkan tiga halte Transjakarta yaitu Halte CSW-Koridor 13 yang sudah ada, dan dua halte yang rencananya akan dibangun pada koridor 1 Blok M-Kota, dan halte non-BRT dengan stasiun MRT. (Baca: Pemprov DKI Terus Tingkatkan Pelayanan Moda Transportasi Massal)

Selain itu, fasilitas integrasi juga akan memberikan kenyamanan pengguna transportasi publik, karena dalam konsep ini tersedia area komersial (resto, coffe shop, dan lainnya), toilet, musala, akses difabel berupa lift, dan akses eskalator untuk umum.

Adapun pembangunan jembatan penghubung BRT Transjakarta dan MRT untuk mengintegrasikan antarmoda di Halte CSW Transjakarta dan Stasiun MRT ASEAN akan dimulai akhir Januari 2020, ditargetkan selesai Juli 2020, untuk kemudian dapat digunakan oleh publik bulan Agustus 2020.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), William P. Sabandar menjelaskan, perkembangan pembangunan jembatan penghubung dengan panjang 145 meter saat ini telah selesai 66% dan direncanakan akan terbuka untuk publik dan mulai beroperasi pada 10 April 2020.

"Ke depannya, jembatan penghubung ini akan berfungsi sebagai akses baru untuk keluar masuk di Stasiun MRT ASEAN dari sisi barat serta sebagai titik interkoneksi dengan Transjakarta Koridor 13. Jembatan juga akan dilengkapi dengan fitur eskalator dan elevator agar dapat diakses oleh setiap kalangan masyarakat, termasuk penumpang prioritas," ujar William.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono menambahkan, fasilitas integrasi ini nantinya akan berfungsi sebagai pumpunan moda (transfer hub) yang akan menghubungkan dua moda transportasi massal utama Jakarta, yaitu jaringan Transjakarta dan MRT Jakarta. "Fungsi utamanya adalah jembatan penghubung yang kami sebut sebagai ‘Cakra’ yang akan menghubungkan Moda Raya Terpadu dan bus Transjakarta," kata Agung.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki JakLingko, sistem integrasi transportasi publik berbasis jalan raya dan kereta (mikrobus, Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta). Dengan hadirnya infrastruktur terintegrasi ini, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang beralih dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi umum.
(whb)
Berita Terkait
Parah! Motor Tergencet...
Parah! Motor Tergencet Transjakarta di Stasiun MRT Lebak Bulus
Pembangunan Konstruksi...
Pembangunan Konstruksi MRT Fase 2A, Halte Transjakarta Harmoni hingga Mangga Besar Direlokasi
Pembongkaran JPO di...
Pembongkaran JPO di Kawasan Thamrin, Rute Transjakarta Dimodifikasi
2 Halte Transjakarta...
2 Halte Transjakarta Pengganti Bakal Dibangun di Kawasan BI
Pohon Tumbang di Jalan...
Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja Ganggu Perjalanan MRT, Transjakarta Tambah Armada
Integrasi Antarmoda,...
Integrasi Antarmoda, Transjakarta Modifikasi Rute 1B dan 2P
Berita Terkini
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
20 menit yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
1 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
2 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
3 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
4 jam yang lalu
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved